Politik Pemerintahan

Gerindra, Parpol Ketiga Gus Hans Ikuti Penjaringan Cawali Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Kandidat Wali Kota Surabaya, Zahrul Azhar Asumta kian gencar menjalin komunikasi dengan sejumlah parpol untuk mendapatkan ‘tiket’ maju di Pilwali Surabaya.

Setelah mengikuti penjaringan di Partai NasDem dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), kali ini kiai muda yang akrab disapa Gus Hans itu mengembalikan berkas pendaftaran ke Partai Gerindra di Jalan Gayungsari Xl/14 Surabaya, Kamis (14/11/2019).

Kedatangan Gus Hans disambut langsung oleh Ketua DPC Partai Gerindra Kota Surabaya, BF Sutadi dan Ketua Penjaringan Bacawali-Bacawawali DPC Partai Gerindra Surabaya, Bagiyon serta sejumlah pengurus. Sutadi menegaskan, kedatangan Gus Hans memang bukan untuk mendaftar, tapi mengembalikan formulir pendaftaran. “Kami sudah kirim soft copy, memang kita kan bisa download (formulir) itu,” katanya.

“Ternyata Gus Hans itu orangnya lebih cepat lebih baik. Yang hari ini dijadwalkan mestinya mengambil, malah sudah menyerahkan,” sambungnya.

Berarti Gerindra ada kecocokan dengan Gus Hans? “Insyaallah cocok!” tegas Sutadi. Apalagi, Gus Hans yang juga Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jatim itu dinilai memiliki kompetensi dan integritas.

“Gus Hans kan cool (keren), kompetensinya saya kira sangat meyakinkan. Soal integritas, Gus Hans orang pesantren, wakil rektor, apa lagi yang harus diragukan? Paling tidak dari sisi itu lengkap,” kata Sutadi.

Tapi Gus Hans, menurut Sutadi, tetap harus bersaing dengan para pendaftar lainnya. Setelah tahapan pengembalian berkas, selanjutnya Gerindra melakukan penyaringan lewat fit and proper test dan hasilnya akan dibawa ke DPP Partai Gerindra.

Sementara Gus Hans menuturkan, keputusannya untuk maju memang paling terlambat dibanding kandidat lain, karena butuh waktu lumayan lama untuk memikirkan agar setiap langkah yang dilakukan berjalan rapi.

“Pada saat mengambil di partai lain pun saya paling akhir, karena pada saat itu menurut saya setiap langkah harus dihitung dengan segala konsekuensinya, baik itu logistik hingga kesiapan tim,” terangnya.

Selain itu, hasil survei internal juga menjadi pertimbangan untuk maju di Pilwali Surabaya 2020. “Alhamdulillah nama saya sudah mulai muncul, trennya baik,” tuturnya.

“Kalau dalam ilmu survei tidak dalam posisi itu (semata-mata jumlah persentase) kita menilai, tapi bagaimana tren dari waktu ke waktu. Kalau stabil Insya Allah bisa kita teruskan,” pungkasnya. [tok/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar