Politik Pemerintahan

Gerakan Umat Katolik Banyuwangi: Satu Bibit Satu Saudara

Banyuwangi (beritajatim.com) – Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Kabupaten Banyuwangi, yang bekerjasama dengan Relawan Non Medis Desa Nusantara dan Dewan Paroki Maria Ratu Damai Banyuwangi memberi solusi terkait ketahanan pangan. Mereka menginisiasi sebuah kegiatan yang dinamakan Gerakan Satu Bibit Satu Saudara.

Salah satu kegiatan itu yakni mendonasikan bibit tanaman sayur-sayuran kepada umat Katolik agar ditanam dan dirawat hingga panen. Maksudnya, dari hasil itu dapat membantu perekonomian warga selama masa pandemi.

“Kita memberikan program ketahanan pangan kepada warga yang terdampak dalam masa pandemi ini. Kita membantu dengan tujuan supaya warga terutama yang kecil dahulu kita bantu agar tetap lebih survive.

“Semoga kegiatan ini semakin lama semakin berkembang dan kita juga punya rencana kedepan ingin membuat bantuan atau kontribusi kepada warga lagi dalam bentuk yang lain terutama kepada teman untuk bahan pangan,” ungkap Ketua ISKA Kabupaten Banyuwangi, Heriberthus Wicaksono, Kamis (4/6/2020).

Bantuan ini, kata Heriberthus, secara bertahap akan terus dilakukan. Sumbernya, berasal dari hasil donasi dari anggota ISKA dan juga umat Katolik.

“Tahap awal ini, bibit yang kami sediakan sejumlah 5000 bibit tanaman sayuran, seperti cabai, terong, tomat dan kangkung. Masing-masing item berjumlah 1000 bibit. Kita bagikan ke umat Katolik, dan per masing-masing Kepala Keluarga bisa mendapatkan hingga 10 bibit tanaman,” ujar Heriberthus.

Heriberthus menyebut, Gerakan Satu Bibit Satu Saudara ini tidak hanya berhenti disini saja. Namun akan berkelanjutan hingga pasca pandemi Covid-19 berakhir. Bahkan kedepan ISKA juga akan memberikan pendampingan dan solusi kepada umat Katolik di Kabupaten Banyuwangi.

“Kami akan memberikan pendampingan kepada umat Katolik bagaimana memanfaatkan lahan kosong ataupun pekarangan rumah untuk dijadikan pertanian atau peternakan mini. Jadi bagaimana memperoleh penghasilan tambahan melalui program Smart Farm dan Urban Farm. Hal ini sangat bermanfaat sekali, apalagi disaat suasana sulit saat ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Bidang Pelayanan Paroki Maria Ratu Damai Banyuwangi Matheus menyambut baik kegiatan Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) ini. Menurutnya, ISKA sangat antusias terhadap masyarakat atau umat di Banyuwangi karena mengingat adanya covid 19 ini.

“Adanya ini jadi mereka semua ada kegiatan di rumah sehingga kegiatan ISKA itu sangat disambut dengan sangat baik sekali oleh umat Paroki Maria Ratu damai Banyuwangi,” kata Matheus Bidang Pelayanan Paroki Maria Ratu Damai.

Bantuan ini, kata Matheus, bisa menambah berkah bagi umat. “Kepannya ini mudah-mudahan menjadi berkat bagi kita semua dan karena ini akan dipelihara karena sudah diberikan bibit sehingga umat diharapkan untuk berhasil dan juga nanti bisa dipakai untuk tambahan di rumah,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh perwakilan umat Katolik yang mendapatkan bantuan bibit tanaman, Yos Sumiyatna. Pihaknya berharap, ISKA bisa menjadi contoh bagi organisasi Katolik lainnya untuk bisa berbagi kepada umat. Apalagi saat ini, dunia bahkan Indonesia yang mengalami Bencana Nasional seperti Covid-19.

“Bantuan tidak harus berupa uang atau sembako, namun bagi kami bibit tanaman ini sudah sangat baik. Bahkan dengan Gerakan Satu Bibit Satu Saudara yang dicanangkan oleh ISKA Banyuwangi ini bisa memberikan inspirasi dan motivasi bagi umat, untuk bisa memanfaatkan lahan dan pekarangan rumah menjadi hal yang bermanfaat,” ujar Yos Sumiyatna yang juga aktif di FKUB Kabupaten Banyuwangi. [rin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar