Politik Pemerintahan

Gerakan Reformasi Jember Tuntutan Kepala Kejaksaan Negeri Dicopot

Jember (beritajatim.com) – Sejumlah orang yang tergabung dalam Gerakan Reformasi Jember mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Jember, Jawa Timur, Kamis (2/7/2020). Mereka menuntut pencopotan Kepala kejaksaan Negeri Jember Prima Idwan Mariza, Kepala Seksi Pidana Khusus Setyo Adhi Wicaksono, dan Kepala Seksi Intelijen Agus Budiarto.

Koordinator GRJ Kustiono Musri menyatakan, tak perlu ada aksi orasi. “Kami putuskan aksi hari ini menandatangani surat pencopotan Kajari, Kasi Pidsus, Kasi Intel. Kami menyimpulkan ketiganya tidak menghormati semangat pencabutan TP4D oleh jaksa agung. Pada faktanya Kejaksaan Negeri Jember masih seperti itu (melakukan pendampingan pelaksanaan anggaran terhadap Pemkab Jember),” katanya.

Kedua, lanjut Kustiono, tiga pejabat tersebut terbukti melakukan kebohongan publik di depan wartawan terkait kedatangan Bupati Faida di kantor kejaksaan pekan lalu. “Mereka beralibi bupati sekadar silaturahmi ingin melihat sidang online. Malam harinya kami mendapat informasi, bahwa agenda bupati datang ke kejaksaan atas inisiatif Kajari untuk mempertemukan dengan ketua DPRD Jember. Kami anggap itu kebohongan publik,” katanya.

“Ketiga, dengan inisiatif Kajari menelepon Ketua DPRD untuk mempertemukan dengan bupati, kami menyimpulkan Kajari beserta orang-orangnya terbukti masuk ke ranah politik yang bukan tugas pokok dan fungsinya,” kata Kustiono. Surat tuntutan pencopotan ini dikirimkan ke pemerintah pusat.

Menanggapi itu secara terpisah, Kepala Seksi Intelijen Agus Budiarto mengatakan, tuntutan itu hak demonstran. “Silakan saja mereka meminta itu. Kami di sini atas perintah jaksa agung kok. Kami sudah berusaha bekerja maksimal, optimal, proporsional, dan profesional,” jelasnya kepada wartawan.

Agus juga membantah jika kejaksaan masuk ke ranah politik. “Kami dalam koridor yang ditetapkan undang-undang. Tapi kalau ada yang mengatakan kami masuk ke ranah politik, itu hak mereka,” katanya. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar