Politik Pemerintahan

Gerakan Mahasiswa Milenial Melawan Orba 4.0 Bikin Takjub

Jember (beritajatim.com) – Aksi jalanan mahasiswa milenial yang marak terjadi selama sepekan terakhir menganulir anggapan bahwa mereka adalah generasi yang apatis.

“Saya masih takjub pada sosok kelompok milenial ini. Tiba-tiba pecah marak serentak demonstrasi di banyak daerah dan di Jakarta. Padahal selama ini tak sedikit cap karakter kurang peduli atau tak sensitif terhadap isu-isu sosial HAM dan politik disematkan pada kaum milenial,” kata Muhammad Iqbal, pengajar ilmu komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (28/9/2019).

Iqbal melihat tuntutan para mahasiswa itu otentik. “Akar penyebabnya jelas, sejumlah kebijakan regulatif yang diproduksi kekuasaan eksekutif dan legislatif oleh mahasiswa milenial ini dinilai cenderung tak berpihak pada asas keadilan dan pembelaan pada kepentingan rakyat,” katanya.

Iqbal memperkirakan keberlangsungan gelombang aksi mahasiswa ini akan tergantung pada dua faktor. Pertama, apabila tuntutan terutama soal penghentian pembahasan atau pengesahan sejumlah rancangan undang-undang tidak terpenuhi.

“Kedua, dugaan tindakan represif dari aparat keamanan malah makin terbukti dan mulai berjatuhan korban, baik ditangkap, luka parah, dan bahkan meninggal dunia,” kata Iqbal.

Kedua faktor itu bakal menjadi pemicu utama kian solidnya aksi-aksi mahasiswa. “Inilah yang saya namakan sebagai gejala sedang menggeliatnya mahasiswa milenial yang tumbuh bersama kesadaran kolektifnya untuk melawan Orde Baru 4.0,” kata Iqbal. [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar