Politik Pemerintahan

Gerakan ‘BISA’ Kemenparektaf RI Bangkitkan Wisata Tangguh di Kabupaten Mojokerto

Bupati Mojokerto, Pungkasiadi saat menyerahkan bantuan sembako dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreaktif RI. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia, menyerahkan sembako bagi para pelaku usaha pariwisata yang dirumahkan, PKL di tempat wisata serta pelaku seni budaya di Kabupaten Mojokerto. Sebanyak 589 paket sembako tersebut diserahkan di Wisata Air Terjun Dlundung, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Mojokerto Pungkasiadi dalam acara ‘Gerakan Bersih, Indah, Sehat dan Aman (Gerakan BISA)’ bekerja sama dengan Dinas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disparpora) Kabupaten Mojokerto. Gerakan BISA merupakan program padat karya yang mengikutsertakan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif.

Yakni dalam meningkatkan kebersihan, keindahan, kesehatan dan keamanan destinasi pariwisata. Dari gerakan ini pula, destinasi wisata diharapkan siap untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru dan mengajak masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.

Anggota Komisi XI DPR RI Abdul Hakim Bafagih saat meresmikan acara ini mengatakan beberapa hal terkait konsep pengembangan wisata jangka panjang. Bafagih menekankan agar sistem penataan wisata, memperhatikan betul pengelolaan. Pemerintah Daerah harus memikirkan konsep pembangunan wisata jangka panjang.

“Problem kita di bidang wisata selama ini ada di sistem pengelolaannya. Seperti wisata Manduro. Setelah viral, tempatnya rusak karena pengunjung yang tidak menjaga lingkungan, serta kurangnya pengelolaan. Banyak turis yang suka dengan wisata alam Indonesia. Sayangnya, banyak yang tidak mau kembali lagi karena lingkungan tidak terjaga,” katanya.

Seperti problem sampah sepanjang track wisata. Sehingga pihaknya menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan wisata, agar wisatawan yang datang memiliki kesan yang baik dan ingin kembali lagi.

Perwakilan Kemenparekraf RI, Novantiar turut mengimbau agar dampak luar biasa dari pandemi Covid-19, tidak menjadi penghalang kreatifitas dalam berkarya serta kemajuan sektor pariwisata. “Meski pandemi, kita semua punya harapan besar agar wisata dapat tetap kuat bertumbuh, serta tidak menghalangi kita dalam berkreasi,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Mojokerto, Pungkasiadi menuturkan jika saat ini pemda terus berupaya menekan angka penyebaran Covid-19. Dengan menegakkan disiplin protokol kesehatan pencegahan Covid-19, bupati berharap agar keadaan bisa segera membaik termasuk di dalamnya pemulihan ekonomi beserta wisata.

“Angka kesembuhan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Mojokerto, saat ini sudah mencapai 82 persen. Pemerintah terus berusaha menanggulangi, namun saya minta tetap disiplin protokol kesehatan demi percepatan penanggulangan pandemi. Pandemi ini harus cepat selesai, masyarakat sehat, ekonomi kuat termasuk wisatanya,” tuturnya. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar