Politik Pemerintahan

Gerah Dipergunjingkan di Medsos, Ini Langkah Komisi D DPRD Jember

Sekretaris Komisi D DPRD Jember Nur Hasan

Jember (beritajatim.com) – Praktis selama masa kampanye pemilu legislatif dan presiden, DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjadi bahan pergunjingan di media sosial. Salah satu tema pergunjingan adalah soal kinerja yang semakin menurun, dan sulitnya menemui anggota Dewan di gedung parlemen hari-hari ini.

Sekretaris Komisi D Nur Hasan gerah membaca pergunjingan dan pernyataan nyinyir warganet terhadap DPRD. Akhirnya, bersama pimpinan Komisi D lainnya, diputuskan setiap anggota harus piket selama hari kerja. “Jadi tidak ruang komisi tidak kosong,” katanya.

Nur Hasan memahami, jika seluruh anggota DPRD Jember tengah sibuk berkampanye agar terpilih lagi. Namun ia meminta agar semua menyadari tugas pokok dan fungsi parlemen. “Kita dibayar dengan uang rakyat,” katanya.

Bahkan, Nur Hasan sudah bertekad akan menjadwalkan secara rutin rapat dengar pendapat dengan sejumlah organisasi perangkat daerah yang menjadi mitra Komisi D. Ini bagian dari fungsi kontrol parlemen terhadap eksekutif. Setelah sempat melakukan rapat dengar pendapat dengan Dinas Pendidikan Jember, Perusahaan Listrik Negara, dan Kantor Kementerian Agama, Komisi D mengawali pekan ini dengan rapat yang melibatkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Perusahaan Daerah Perkebunan, dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Sebelumnya sesaat setelah dilantik, Ketua DPRD Jember yang baru, Ardi Pujo Prabowo, akan membagi waktu antara tugas sebagai wakil rakyat dan partai. “Insya Allah bisalah,” katanya. [wir/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar