Politik Pemerintahan

Gentong Seribu, Program Atasi Dampak Corona Kecamatan Sempu

Banyuwangi (beritajatim.com) – Empati terhadap warga terdampak covid 19 terus dimunculkan oleh masyarakat. Tak terkecuali warga Kecamatan Sempu yang membantu mereka yang membutuhkan lewat program Gentong Seribu.

Gentong Seribu adalah akronim dari Gerakan Gotong Royong Sedekah Seribu. Program ini, warga Sempu mengumpulkan uang secara ajeg untuk digunakan membantu warga. Camat Sempu, Kholid Askandar menyebut program ini sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu. Setiap minggu, warga menyumbang untuk lalu dikumpulkan di kas kecamatan.

“Alhamdulillah, setiap bulan bisa terkumpul belasan juta, ya minimal Rp 10 juta. Dana ini lalu kami gunakan untuk membantu sesama. Misalnya yang ada warga miskin yang butuh sembako, ya kami beri. Yang rumahnya rusak, kami perbaiki. Pokoknya untuk meringankan warga miskin,” kata Kholid, Senin (18/5/2020).

Khusus masa pandemi covid 19 ini, sumbangan diarahkan untuk mereka yang juga terdampak covid. Kecamatan bekerja sama dengan organisasi kemasyarakatan, seperti Muslimat dan Ansor untuk pendataan warga terdampak.

“Kami cek mana warga yang benar-benar perlu diprioritaskan mendapat bantuan. Setelah data terkumpul dan divalidasi, kemudian bantuan langsung diantar ke masing-masing rumah. Bantuan sembako ini kami bungkus layaknya parcel,” kata Kholid.

Kholid tidak menampik jika saat ini warga yang perlu mendapat bantuan terus meningkat. Namun, kata dia, seiring dengan bantuan dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten pihaknya merasa sangat terbantu dengan banyaknya program bansos ini.

“Nah, dana Gentong Seribu ini bisa kami gunakan untuk mereka yang belum sama sekali tersentuh dari skema bantuan yang ada. Belum lagi ada, sumbangan dari para ASN, jadi cakupan bantuan yang disalurkan lebih luas,” jelasnya.

Kholid juga mengajak berbagai pihak untuk bahu-membahu membantu warga. Kalangan pengusaha dan institusi dirangkul. “Saat pertama kali gencar-gencarnya covid 19, kami bekerjasama dengan para pemilik toko alat-alat pertanian. Kami membuat disinfektan dalam jumlah besar secara gratis dan disemprotkan di tempat-tempat umum,” tutur Kholid.

“Saya juga sangat berterima kasih dengan kepedulian para pengusaha disini. Mereka tak hanya menyalurkan bantuannya lewat posko, banyak juga yang langsung menyalurkan ke warga. Ada pula pengusaha yang menyumbang 3.000 masker,” pungkasnya. [rin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar