Politik Pemerintahan

Genjot Partisipasi Pemilih, KPU Kediri Sosialisasi ke Daerah Terpencil

Kediri (beritajatim.com) – Semakin mendekati waktu Pilkada Kediri, 9 Desember 2020, KPU Kabupaten Kediri gencar untuk melakukan sosialisasi. Bahkan, kegiatan dilaksanakan di daerah-daerah terpencil yang tidak terjangkau sinyal.

Salah satunya di Balai Desa Tarokan Kecamatan Tarokan, Tim Parmas yang dipimpin oleh Komisioner Divisi Sosdiklih, SDM dan Parmas Nanang Qosim mengumpulkan masyarakat Desa Tarokan untuk menerima sosialsiasi. Sekitar 50 orang terdiri dari unsur Ketua RT, Kepala Dusun, Tokoh Pemuda, Agama dan Masyarakat di Desa Tarokan mengikuti sosialisasi tersebut.

Komisioner Divisi Sosdiklih, SDM dan Parmas Nanang Qosim menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut digelar di Desa Tarokan, yang mana Desa Tarokan merupakan 1 dari 20 desa yang diidentifikasi sebagai Desa Terpencil di 11 Kecamatan se-Kabupaten Kediri.

“Wilayah Desa Tarokan sangat luas dengan medan yang susah ditempuh dan tidak terjangkau sinyal, oleh karena itu, KPU datang kesini berupaya menyampaikan informasi mengenai pelaksanaan Pilbup pada 9 Desember,” ungkap Nanang Qosim.

Dalam sosialsiasi tersebut Nanang menyampaikan materi mengenai tahapan penyelenggaraan Pilbup Tahun 2020 di masa pandemi, perubahan regulasi dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri Tahun 2020, Tahapan Kampanye hingga hingga Hoax-hoax yang menyasar KPU dalam Pilbup 2020.

“Jika ada yang mengatakan bahwa KPU dan Bawaslu mendukung calon atau menjadi tim sukses itu salah besar, kami sebagai penyelenggara sudah melaksanakan seluruh tahapan pemilihan dari awal hingga di titik ini sesuai aturan dan perundang-undangan, termasuk terjadinya Pemilihan di Kediri dengan satu pasangan calon,” ujarnya.

Nanang kemudian menjelaskan proses tahapan pencalonan dari awal hingga akhir, skema TPS pada masa pandemi Covid-19, model spesimen surat suara Pilbup Kediri 2020 dengan satu pasangan calon serta penerapan protokol kesehatan dalam setiap tahapan Pilbup 2020.

“Meskipun hanya ada satu pasangan calon, tetapi masyarakat Kediri tetap mempunyai pilihan. Jika cocok dengan visi misi pasangan calon maka masyarakat dapat memilih kolom kiri, namun jika tidak cocok dengan visi misi pasangan calon masyarakat boleh memilih kolom kanan (kolom kosong),” tuturnya.

Di akhir sosialisasi Nanang mengajak kepada seluruh masyarakat yang hadir agar mengajak masyarakat lebih luas di lingkungannya untuk datang menggunakan hak pilihnya pada 9 Desember 2020.

“Di TPS nanti diterapkan protokol kesehatan yang ketat, petugas menggunakan APD, pemilih juga wajib bermasker dan menerapkan protokol kesehatan. Jadi tidak pelu khawatir lagi. Tidak ada alasan untuk tidak datang ke TPS,” ajaknya. [nm/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar