Politik Pemerintahan

Genjot Inovasi dengan Optimalkan DD, Pemkab Mojokerto Buka BID

Caption: Pembukaan BID Kabupaten Mojokerto tahun 2019 ditandai pemukulan gong oleh Wabup Mojokerto, Pungkasiadi. Foto: misti/beritajatim

Mojokerto (beritajatim.com) – Guna mengoptimalkan pemakaian Dana Desa (DD) tahun 2019, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi kembali menggulirkan Program Inovasi Desa (PID). PID ini juga direalisasikan oleh Pemkab Mojokerto.

Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menggelar Bursa Inovasi Desa (BID) cluster 1 yang mencakup empat kecamatan Eks Pembantu Bupati Wilayah Mojokasri. Yakni Kecamatan Dawarblandong, Gedeg, Jetis dan Kemlagi.

Pembukaan BID Kabupaten Mojokerto tahun 2019 di gedung SKB Kecamatan Gedeg, Senin (30/9/2019). Pembukaan BID Kabupaten Mojokerto tahun 2019 ditandai pemukulan gong oleh Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto, Pungkasiadi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Mojokerto sekaligus panitia pelaksana acara, Ardi Sepdianto dalam aporannya mengatakan, BID digelar guna menjembatani pemerintah desa dalam hal pemberdayaan masyarakat serta pemanfaatan DD secara efisien.

“Kegiatan ini sudah masuk tahun ke tiga. Dari bursa ini, DD akan lebih efisien dan efektif. BID tahun 2019 akan kami bagi jadi 4 kali. Cluster 1 kita laksanakan hari ini. Cluster 2 (Kecamatan Bangsal, Puri, Trowulan dan Sooko) tanggal 1 Oktober di gedung Korpri,” ungkapnya.

Cluster 3 yakni Kecamatan Ngoro, Pungging, Kutorejo, Mojosari dan Dlanggu serta cluster 4 yakni Kecamatan Jatirejo, Gondang, Pacet dan Trawas.

Sementara itu, Wabup Mojokerto, Pungkasiadi dalam sambutannya memberikan arahannya dan dukungan secara penuh terhadap BID.  Menurutnya program tersebut akan mampu mendorong peningkatan kualitas pemanfaatan DD.

Yakni dengan memberikan banyak referensi dan inovasi-inovasi pembangunan desa. Wabup juga berharap agar program tersebut mampu memantik kreatifitas desa dalam mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki.

“Ini media belajar bagi masyarakat dan pemerintah desa untuk memperoleh informasi (referensi) yang dapat mendukung pembangunan desa. Adanya BID membuat pemerintah desa punya referensi dalam merencanakan dan menjalankan pembangunan desa. Serta menggunakan DD lebih optimal dan bermanfaat,” katanya.

Wabup juga menginformasikan bahwa desa-desa di Kabupaten Mojokerto, terus menggeliat menunjukkan perubahan yang baik dan signifikan. Terbukti dari status desa tertinggal yang sudah tidak ada lagi di tahun 2019.

“Desa mandiri kita sudah ada 13. Untuk status desa tertinggal sudah nihil di tahun ini. Itu yang penting. Saya ingin desa terus berinovasi. Tak perlu susah untuk study banding. Cukup datang, komit, tiru hingga akhirnya bisa maju,” tambahnya

Pada BID ini juga dipersembahkan tayangan menarik seputar inovasi-inovasi desa yang telah dijalankan. Antara lain pembangunan Jembatan Talunbrak di Kecamatan Dawarblandong. Ada juga PIK R Mawar Desa Jerukseger dengan inovasi tempat sampah sensor ultrasonik bagi difabel dan pendeteksi tanah kering.

Ada pula inovasi bank sampah untuk bayar PBB oleh Kecamatan Jetis. Perlu diketahui bahwa BID wajib dilaksanakan di kabupaten di seluruh Indonesia dan dikelola oleh Tim Inovasi Kabupaten (TIK). Namun pada 2019 ini, BID dilaksanakan di tingkat kecamatan.

Pelaksanaan dikelola oleh Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) kecamatan sehingga lebih dekat ke desa. Baik dilaksanakan di kecamatan maupun cluster kecamatan.[tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar