Politik Pemerintahan

Gelombang Tinggi, Penumpang ke Bawean Diangkut Kapal Roro

Gresik (beritajatim.com)- Imbas gelombang tinggi, serta cuaca ekstrem di perairan Pulau Bawean menyebabkan pelayaran Gresik-Bawean dihentikan. Pasalnya, tiga kapal cepat yang biasa beroperasi harus istirahat. Kemungkinan, besok (5/8) baru aktif.

Untuk mengantisipasi penumpukan penumpang ke Pulau Bawean. Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik serta Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Gresik memberangkatkan kapal Roro menuju Bawean. Kapal yang dimaksud adalah KMP Gili Iyang yang mengangkut 196 penumpang saja.

“Hari ini kapal berangkat. Tapi hanya sekali pelayaran untuk antisipasi saja. Sebab, sudah empat hari off. Kami kuarir ketika pelayaran dibuka malah membludak,” kata Kasi Lalu Lintas Laut KSOP Kelas II Gresik Hotman Siagian, Minggu (4/08/2019).

Sebelumnya, berdasarkan BMKG Tanjung Perak Surabaya. Tinggi gelombang di perairan Pulau Bawean mencapai dua meter. Padahal, kapal cepat bisa berlayar apabila gelombang dibawah dua meter.

“Untuk mengeluarkan izin kami menggunakan update yang per 6 jam. Yang jelas, begitu tinggi gelombang dibawah dua meter, izin berlayar langsung kami berlakukan,” ujar Hotman Siagian.

Secara terpisah, Kasi Pelayaran Dishub Pemkab Gresik Muhammad Amri mengaku pihaknya sempat berencana meminta bantuan kapal Dharma Lautan Utama (DLU) yang berangkat dari Tanjung Perak, Surabaya. Namun hal itu tidak jadi dilakukan lantaran kapal Gili Iyang bisa beroprasi.

“Cuma hari ini saja penumpang diangkut pakai kapal roro. Sebab, besok kemungkinan tiga kapal cepat bisa beroperasi lagi,” tandasnya. (dny/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar