Politik Pemerintahan

Gelombang Demo Mahasiswa, Ada Apa Ini?

Ferry Is Mirza

Dua hari sejak Senin kemarin kebetulan penulis sedang di Jakarta. Kebetulan kedua, penulis menginap di dekat gedung DPR. Kebetulan ketiga, para mahasiswa yang sejak Senin demo ke DPR, sebelum aksi berkumpul di seputar Masjid Al Bina komplek GBK (Gelora Bung Karno) Senayan. Hanya selemparan batu dari tempat penulis menginap, Atlet Century Hotel.

Saat makan siang tadi, penulis sengaja ke GBK Kuliner. Inginmmenelisik, mahasiswa darimana saja mereka yang memakai jaket almamater beraneka warna. Ada yang menarik, mereka baru menulis poster poster saat itu. Bukannya disiapkan sebelumnya.

Lalu, penulis berpikir: Mengapa tiba-tiba mereka para mahasiswa bangun dan melakukan gerakan dan langsung menggeruduk gedung DPR. Selama ini mereka terlihat tenang terhadap ketidakadilan dan kezaliman terhadap ulama. Kecurangan pemilu. Kenaikan harga-harga, dan lain-lain.

Mengapa PMII demo KPK membela seniornya yang terjerat kasus korupsi dan menjadi tersangka sesuai keputusan KPK. Sedang mahasiswa lain mendemo DPR? Kenapa yang didemo DPR? Padahal usulan RUU yang bermasalah itu ada yang diinisiasi DPR dan sebagian lainnya datang dari pemerintah.

Kenapa tiba-tiba Menristek Dikti lebih longgar sikapnya terhadap aksi mahasiswa seperti ini? Para pejabat tak sekeras menghadapi aksi-aksi umat Islam. Mengapa tidak ada narasi radikalisme yang diopinikan. Padahal aksi-aksi umat Islam selalu diopinikan lebih mengerikan.

Mengapa buzzer kelas kakap dan kelas jelata tiba-tiba kompak diam terhadap aksi-aksi ini? Hanya ada satu-dua buzzer kelas bawah yang ribut. Mengapa persoalan dalam bidang ekonomi, HAM, dan kebakaran hutan yang secara praktis dirasakan rakyat tidak jadi isu utama?

Kenapa Papua rusuh lagi? Dengan korban lebih banyak 16 warga Papua dan 1 anggota TNI tewas dalam kerusuhan Senin kemarin. Masih banyak hal penting lain yang harusnya disorot dan diperjuangkan mahasiswa sebagai kaum intelektual populer perkotaan di negara ini.

Jangan senang dulu dengan aksi-aksi mahasiswa yang mulai massif dan sifatnya bergelombang dari seluruh penjuru Tanah Air. Saya mengamati sedang ada pertarungan besar di antara para elite politik yang punya kepentingan menjelang pelantikan RI-1 dan RI-2 di bulan Oktober 2019.

Sebagai umat Islam atau rakyat yang selama ini bersikap kritis terhadap rezim politik ini, saya harus menyikapinya dengan lebih cerdas, cermat, dan prudent. Harapannya, agar kita tak lagi dikecewakan dengan aksi-aksi politik yang muaranya kurang bermakna kepada kepentingan rakyat secara keseluruhan. [air]

Penulis adalah wartawan senior yang tinggal di Surabaya





Apa Reaksi Anda?

Komentar