Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Gelar Doa Kebangsaan, Ini Harapan Wali Kota Kediri

Kediri (beritajatim.com) – Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar memimpin doa kebangsaan dalam rangka memperingati HUT RI ke-76 dan Hari Jadi Kota Kediri ke-1142, Jumat (13/8/2021) bertempat di Ruang Joyoboyo Kota Kediri.

Doa Kebangsaan berjalan dengan khidmat. Semua khusyuk mengikuti rangkaian doa kebangsaan mulai dari doa lintas agama hingga tausiyah oleh KH. Abubakar Abdul Jalil (Gus Ab) dan doa penutup oleh KH. Douglas Toha Yahya (Gus Lik).

Doa lintas agama dipimpin oleh masing-masing pemuka agama. Mulai dari agama Kristen dipimpin oleh Pendeta Filipus Suwarsono dari Gereja Getsemani, agama Katolik oleh Romo Basuki Adi Riyanto dari Gereja Santo Yosep, Hindu oleh Mangku Joko Winarno dari Pura Penataran Agung Kilisuci, Budha oleh Upacarika Daniel Kristanto dari Vihara Jayasaccako, Konghucu oleh Prajitno dari Kelenteng Tjoe Hwie Kiong, Penghayat Kepercayaan oleh Sutarto dari Sanggar Sapta Darma Mrican dan Islam oleh KH. Abubakar Abdul Jalil dari Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri.

Sebanyak lebih dari 500 orang mengikuti Doa Kebangsaan yang disiarkan melalui YouTube Abdullah Abu Bakar dan Instagram @abdullah_abe.

Abdullah Abu Bakar mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mengikuti Doa Kebangsaan. Doa-doa ini dipanjatkan atas jasa pahlawan yang telah mendahului dalam memperebutkan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Kota Kediri yang sudah 1142 tahun.

Saat ini semua tengah diuji dengan pandemi Covid-19. Tentu dalam menghadapi ujian ini Pemerintah Kota Kediri bersama semua pihak telah melakukan berbagai upaya.

“Saya bersama Pemerintah Kota Kediri mengajak panjenengan semua untuk memanjatkan doa. Semua sudah kita lakukan baik ide, gagasan dan perintah dari Bapak Presiden. Kita telah menghadapi pandemi ini hampir dua tahun. Semoga pandemi ini segera dicabut dan kita bisa kembali menjalani kehidupan normal,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Wali Kota Kediri juga meminta agar semua pihak turut mendoakan tenaga kesehatan, saudara, teman sejawat, ataupun tetangga yang gugur akibat Covid-19. Dimana akhir-akhir ini banyak berita duka dan banyak anak menjadi yatim akibat Covid-19. Kemudian juga mendoakan tenaga kesehatan, TNI, Polri, dan Satpol PP yang terus bekerja tanpa lelah.

“Mereka tiap hari bekerja tanpa libur untuk menjaga keamanan kita dan menjaga ketersediaan tempat tidur di rumah sakit. Ini perlu kita dukung dan saya perlu menitipkan doa kepada seluruh tokoh agama,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Wali Kota Kediri juga mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk terus mengedukasi masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan agar tidak terpapar Covid-19. Beberapa waktu lalu peningkatan kasus Covid-19 terjadi di berbagai daerah termasuk Kota Kediri. Bahkan di RSUD gambiran 75 persen tempat tidur digunakan untuk menanganai pasien Covid-19. Antrian pun terjadi hingga di depan IGD.

“Mari kita saling mengingatkan supaya kita bisa melewati semua ini. Kita sama-sama saling menjaga. Terima kasih banyak telah mendoakan kami semua. Seluruh upaya kami lakukan untuk menyelamatkan masyarakat hampir seluruh anggaran juga kita geser untuk penanganan Covid-19. Saya juga mendapat perintah dari pusat untuk menangani Covid-19 secara mendetail,” pungkasnya. [nm/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar