Politik Pemerintahan

Gedung Terpadu Megah, Tapi Drainase nya Buruk

(Foto : Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Drainase yang tidak berfungsi dengan baik, menjadi permasalahan yang urgent harus diperbaiki untuk pemeliharaan gedung terpadu. Hal itu disampaikan oleh konsultan yang disewa oleh Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) untuk melakukan assessment gedung tersebut.

“Persoalan utamanya adalah drainase yang buruk,” kata Kabid Penataan Ruang DPUPKP Ponorogo Juli Wibowo, Selasa (4/2/2020).

Hasil assessment itu, kata Juli ditemukan rembesan yang muncul, mulai dari atap hingga sampai bawah. Air tidak mengalir ke saluran air yang seharusnya. Sehingga rembesan itu juga masuk dalam struktur bangunan. “Struktur bangunan harusnya tidak terganggu dengan apapun, apalagi rembesan air,” katanya.

Rembesan air itu bukan hanya dari air hujan, Juli menyebut drainase kamar mandi juga tidak berfungsi dengan baik. Sehingga membuat kolom sering dalam kondisi basah. “Plafon yang rusak itu dikarenakan rembesan air tersebut,” katanya.

Drainase gedung yang buruk itu, ditambah lagi dengan drainase yang diluar gedung tidak ada, sehingga tidak ada saluran yang menghubungkan ke saluran air perkotaan. Namun, lanjut Juli tetap yang paling mendesak diperbaiki tetap drainase yang di dalam gedung. “Butuh Rp 4 miliar untuk mengatasi seluruh persoalan di gedung terpadu ini. Tapi itupun bisa dilakukan bertahap, diharapkan yang didahulukan ya drainase gedung ini,” pungkasnya (end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar