Politik Pemerintahan

Gedung DPRD Gresik Dikepung Massa Kompak 

Gresik (beritajatim.com) – Gedung DPRD Gresik diserbu massa yang tergabung dalam Komite Masyarakat Pejuang Anti Korupsi (Kompak). Mereka menuntut serta mendesak Sekda Pemkab Gresik dinonaktifkan karena menjadi terdakwa.

Sebelum diterima pimpinan dewan, massa Kompak yang terdiri dari Forum Kota (ForKot), Masyarakat Gresik Peduli Kemanusiaan (MGPK), Gerakan Pemuda Nusantara (Genpatra), Persatuan Arek Lumpur (PAL), Paguyuban Pedagang Alun-alun Gresik (PPAG), Supporter Ultras Mania, Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI), dan sejumlah aktivis lain. Bergantian melakukan orasi.

Kordinator massa Kompak Haris Sofanul Faqih mengatakan, ada empat tuntutan ke  dewan diantaranya mendesak Sekda Pemkab Gresik dinonaktifkan karena sedang menjalani proses hukum.

“Siapapun yang terlibat harus diadili agar birokrasi bisa berjalan sehat,” katanya, Selasa (14/01/2020).

Sementara Ketua DPRD Gresik, Fandi Akhmad Yani menuturkan terkait dengan tuntutan ini pihaknya berupaya menyampaikan aspirasi massa Kompak.

“Kami tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah. Selain itu, kami juga membentuk panitia khusus (Pansus) anti korupsi, untuk menindaklanjuti. Melalui pansus nanti, bisa tahu alasan bupati belum melakukan non aktifkan posisi sekda sekarang,” tandasnya. (dny/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar