Politik Pemerintahan

Garda Bangsa Gresik Komitmen Kritisi Kebijakan Dewan dan Pemerintah

Gresik (beritajatim.com)– DKC Garda Bangsa Gresik berkomitmen tetap mengkritisi kebijakan dewan dan pemerintah yang tidak pro rakyat. Kendati wakil ketuanya H.Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) terpilih menjadi Ketua DPRD Gresik periode 2019-2024.

“Kami akan asistensi tugas-tugas dewan dari F-PKB dan tetap melakukan kritik terhadap kebijakan dan program Pemkab Gresik yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat,” ujar Ketua DKC Garda Bangsa Gresik, Sholahuddin Al Ayyubi, Rabu (21/08/2019).

Lebih lanjut Sholahuddin mengatakan, melalui pengawasan itu diharapkan tugas-tugas dewan bisa menjalankan program yang pro rakyat. Selain itu, juga sebagai salah satu strategi DKC Garda Bangsa dalam membantu memenangkan pasangan calon (paslon) yang diberangkatkan oleh PKB dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Gresik tahun 2020 mendatang.

“Terkait dengan itu kami bergerak secara dinamis dan produktif dengan merebut ruang politik illenial voters,” ujar Sholahuddin.

Ia menambahkan, DKC Garda Bangsa Gresik akan melakukan penguatan peran garda bangsa secara internal dengan penguatan organisasi dan SDM. Termasuk, penguatan lembaga dengan membentuk kepengurusan Garda Bangsa tingkat ranting di 360 desa se- Gresik.

“Garda Bangsa hadir dalam politik riang gembira melalui konsolidasi millenial voters melalui forum-forum kecil di desa yang digelar secara informal,transformatif dan tematik,” imbuhnya.

Smentara itu, calon Ketua DPRD Gresik Fandi Ahmad Yani mengatakan, memiliki prinsip dalam menjalankan tugas ketika mengembean anamah sebagai ketua DPRD Gresik masa bhakti 2019-2024.

“Saya akan bekerja dengan prinsip perjuangan, kebersamaan dan kecepatan. Maka, kebijakan yang dihasilkan oleh DPRD Gresik harus ada prinsip perjuangan untuk rakyat,” katanya. [dny/ted}





Apa Reaksi Anda?

Komentar