Politik Pemerintahan

Gapoktan: Program Beli Beras dari Petani Jember Dongkrak Harga Gabah

Ridwan Ahmad Rachbini, Ketua Gabungan Kelompok Tani Mitra Tani Sejati

Jember (beritajatim.com) – Program pembelian seribu ton beras dari petani yang dicanangkan Bupati Hendy Siswanto di Kabupaten Jember, Jawa Timur, berjalan tak mulus. Namun di lain pihak, program ini mendongkrak harga gabah di tingkat petani.

Ridwan Ahmad Rachbini, Ketua Gabungan Kelompok Tani Mitra Tani Sejati mengatakan, awalnya sempat terkendala masalah permodalan untuk membeli gabah petani yang akan digiling. “Alhamdulillah kemarin dari Dinas Pertanian memberikan 70 persen dulu (dana pembelian), sehingga kami bisa langsung cash ke petani, karena kalau masih diutang kasihan,” katanya, Selasa (7/9/2021).

Gapoktan Mitra Tani Sejati mendapat kuota pengadaan 30 ton beras. Sebagian sudah didistribusikan untuk 1.743 kepala keluarga di Kecamatan Mayang, Silo, dan Ledokombo. Sisanya masih tersimpan di gudang. Ridwan mengatakan, jika terlalu lama disimpan di gudang, kualitas beras bisa turun.

Beras disimpan, karena Dinas Pertanian Jember sempat kesulitan menemukan penerima bantuan sosial yang akan mendapat beras tersebut. “Tapi sekarang sudah ada angin segar, insya Allah segera didistribusikan,” kata Ridwan. Pembelian beras dari petani tahap pertama sebanyak 500 ton sudah selesai. Mitra Tani Sejati siap memenuhi kuota pembelian pada tahap kedua.

Ridwan mengakui, program tersebut mendongkrak harga gabah di tingkat petani. “Kami mengawali pembelian pada Juli dengan harga Rp 4.200 per kilogram gabah kering sawah nol gabuk, sampai ke harga terakhir Rp 5.100. Mungkin karena program ini harga drastis naik. Makanya pemerintah sering-seringlah turun tangan. Kami senang petani dapat harga layak,” katanya.

Setelah jadi beras, gapoktan menjualnya kepada Pemkab Jember seharga Rp 9 ribu per kilogram. “Kami merasa RMU (Rice Milling Unit) dikasih pemerintah, banyak bantuan kepada petani. Kapan lagi kami membantu pemerintah,” kata Ridwan.

Ridwan menyebut program ini bagus. “Kalau bisa dikembangkan jangka panjang, jangan hanya saat pandemi Covid. Pemerintah bisa ikut berpartisipasi bagaimana kami menjual hasil panen petani berupa beras. Kalau kami kesulitan menjual berasnya, otomatis (pembelian) di petani mandek,” katanya. [wir/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar