Politik Pemerintahan

Gandeng DNR Corporation, Perum Bulog Mojokerto Pastikan Bansos Beras Layak Konsumsi

KPM di Mentikan Gg 3 Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto saat menunjukkan beras bansos.

Mojokerto (Beritajatim.com) – Sebagai pihak yang menyalurkan bantuan sosial (bansos) beras, Perum Bulog Mojokerto menjamin beras yang akan diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam kualitas terbaik serta layak dikonsumsi. Ini lantaran sudah dilakukan proses quality control secara ketat sebelum didistribusikan.

Perum Bulog Mojokerto secara rutin selalu melakukan pengecekan dan pengawasan secara ketat terhadap beras yang ada di dalam gudang. Proses quality control dilakukan sesuai standar prosedur yang telah diterapkan agar kualitas beras tetap dalam kondisi premium dan siap untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

Hal tersebut dilakukan untuk menjamin kualitas beras yang akan diberikan kepada KPM. Perum Bulog Mojokerto tidak segan-segan untuk me-reject beras yang tidak layak konsumsi. Seperti dari segi kualitas warnanya, berbau dan juga terdapat kutu di dalam beras yang akan dibagikan tersebut.

Perum Bulog Mojokerto bekerja sama dengan DNR Corporation lewat unit usahanya yaitu DNR Logistics selaku pihak transporter juga siap menjaga kwalitas beras yang akan disalurkan ke KPM. DNR Logistics menjamin beras yang akan disalurkan kepada KPM dalam menjaga kualitas terbaik serta layak dikonsumsi.

“Kami turut menjamin beras dari Perum Bulog Mojokerto yang akan disalurkan kepada 81.941 KPM dapat tersalurkan dengan aman dan tidak rusak lewat armada kami yang mumpuni agar beras yang dikirimkan dapat diterima oleh masyarakat dengan baik,” ungkap Perwakilan DNR Logistic, Daniel Henukh, Minggu (1/8/2021).

Dalam kerja sama tersebut, DNR mendapatkan kepercayaan untuk menyalurkan bansos beras selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di 15 provinsi. Kerja Sama tersebut merupakan kedua kalinya, pada tahun sebelumnya DNR Corporation sukseskan penyaluran bansos beras di 15 provinsi yang sama untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial.

“Dengan pengalaman kami yang sudah teruji di dalam penyaluran bansos beras tahun lalu ke masyarakat, DNR dapat menjamin dari segi pengiriman agar dapat berjalan dengan baik, cepat serta dapat menjaga kualitas beras yang dikirimkan agar masih tetap dalam kondisi premium seperti saat masih di dalam gudang Bulog,” katanya.

Daniel menambahkan, DNR Corporation siap mensukseskan program pemerintah lewat sinergi yang harmonis kepada berbagai pihak. Selain itu, dengan pengalaman yang dimilikinya, DNR dapat berkomitmen untuk menghadirkan bansos beras yang berkualitas premium dan layak untuk dikonsumsi bersama dengan Perum Bulog di tengah pandemi.

Tentunya bansos beras yang dihadirkan oleh Perum Bulog Mojokerto tersebut dapat menjadi sebuah bagian yang penting bagi keberlangsungan aktivitas keseharian masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok. Di mana pada saat ini, dampak pandemi telah mempengaruhi kehidupan masyarakat secara langsung.

Salah satu warga Mentikan Gg 3 Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Siti Maria Ulfa (22) mengatakan, ia bersama KPM lainnya mendapatkan bansos berupa beras pada, Jumat (30/7/2021) kemarin. “Dapat bantuan beras 10 kg, senang karena saat ini pandemi,” ujarnya.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 juga berimbas pada pekerjaan suami sebagai pedagang karung. Dengan bansos beras tersebut bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari karena di rumahnya tak hanya ia dan anaknya namun juga ada orang tua dan saudara.

“Ada enam orang di rumah, kalau 10 kg beras biasanya cukup untuk satu minggu. Kwalitas berasnya juga bagus, butiran berasnya juga utuh. Saya dapat Jumat kemarin, ini sudah saya masak dan rasanya juga punel. Ini beras jenisnya medium,” tuturnya.

Perum Bulog Mojokerto mendapatkan tugas untuk menyalurkan bansos berupa beras dari Kementerian Sosial (Kemensos) sebanyak 969.480 kg untuk 96.948 KPM). Dengan rincian, Kabupaten Mojokerto sekitar 819.140 kg beras untuk 81.941 KPM dan Kota Mojokerto sebanyak 150.070 kg beras bagi 15.007 KPM. [tin]



Apa Reaksi Anda?

Komentar