Politik Pemerintahan

Gandeng BNI, Bupati Malang Wujudkan Kartu Santri

Malang (beritajatim.com) – Bupati Malang HM Sanusi memfasilitasi pertemuan antara 50 pondok pesantren dengan Bank Negara Indonesia (BNI) KCU Malang terkait pemberian kartu santri.

“Jadi setiap santri di Kabupaten Malang rencananya akan diberi kartu santri. Fungsinya layaknya kartu atm. Tanpa dipungut biaya administrasi,” ungkap Sanusi usai gelar pertemuan di ruang Anusapati, Pemkab Malang, Senin (9/3/2020).

Jika program tersebut diterapkan, Sanusi menilai akan mempermudah para santri dalam bertransaksi. “Para santri bisa menabung dengan aman. Bisa digunakan untuk transaksi. Sehingga orangtua tak lagi ribet mengirim uang kepada anaknya,” ujar Sanusi.

Selain kartu santri, Sanusi menerangkan BNI siap memberikan bantuan program Corporate Social Responsibility (CSR) kepada pondok pesantren yang membutuhkan. “BNI akan beri bantuan CSR, bantuan tersebut sebagaimana yang diajukan pihak pondok. Juga ada bantuan pelatihan manajemen keuangan dan koperasi,” beber Sanusi.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Annur 1 KH Ahmad Fahrur Rozi menerangkan, adanya kartu santri akan memudahkan transaksi non tunai di lingkungan pondok. “Tadi (pertemuan) sifatnya masih informasi ya. Ada juga kartu santri. Nanti kami akan coba kerjasama. Ada transaksi non tunai memang praktis,” ujar Fahrur.

Terkait bantuan CSR, Fahrur menilai masih banyak pondok pesantren di Kabupaten Malang yang lebih membutuhkan bantuan tersebut. Sarana sanitasi, pengolahan limbah dan gedung yang kurang baik, bisa diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Malang.

“Pondok pesantren masih banyak gedungnya yang masih kurang bagus, pengelolaan limbah dan sanitasi perlu ditingkatkan kualitasnya. Walaupun tidak semua dibantu oleh BNI namun ini termasuk langkah komunikasi yang bagus antara pemkab, pondok dan BNI,” Gus Fahrur mengakhiri. (yog/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar