Politik Pemerintahan

Gakumdu Sidoarjo Bakal Tindak Tegas Pelaku Kampanye Hitam

Sidoarjo (beritajatim.com) – Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kabupaten Sidoarjo akan menindak tegas adanya unsur kampanye hitam atau hate speech selama pelaksanaan Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sidoarjo.

“Saya menghimbau agar timses ataupun relawan berkampanye yang santun. Saling menghormati antara timses paslon dan relawanya. Hindari provokasi dan jangan menyebarkan berita bohong. Jika kami temukan, siap-siap dijerat pidana pemilu,” kata Kapolresta Sidoarjo, Kombespol Sumardji, Kamis (26/11/2020).

Kapolresta menegaskan, undang-undang tentang pemilu mengatur larangan kampanye hitam, yang terkait dengan menghina seseorang atau SARA, menghasut dan mengadu domba serta mengganggu ketertiban umum.

“Saya mengajak semua pihak dapat mewujudkan pilkada damai dengan menghindari kata-kata yang bersifat merendahkan atau menjatuhkan kubu lawan atau paslon lain. Apabila ada yang melanggar, saya akan tindak tegas sesuai ketentuan hukum. Saya tidak pandang bulu,” tegas Kombespol Sumardji.

Sumardji menambahkan bahwa gelaran Pilkada Sidoarjo dilakukan pada masa pandemi Covid 19. Oleh karena itu harus tetap mematuhi protokol kesehatan. “Saya terus ingatkan, penting menaati protokol kesehatan saat pandemi seperti ini, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” pesannya.

Senada, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sidoarjo, Setiawan Budi Cahyono juga menyayangkan adanya kampanye hitam menjelekkan paslon lain yang muncul di dunia maya atau medsos. “Saya minta warga bijaksana dalam menggunakan media sosial. Jangan mudah percaya dan meng-share berita-berita yang belum tentu benar atau hoaks. Mari bersama-sama menjaga pilkda Sidoarjo yang damai ini,” ajak Kajari Sidoarjo.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Sidoarjo Agung Nugraha, berharap warga yang menyaksikan atau melihat langsung kampanye hitam menjelekkan paslon bisa melaporkan ke KPU atau Bawaslu tingkat kecamatan (Panwascam). Bahkan bisa melapor ke tingkat pengawas TPS yang sudah terbentuk.

“Sejumlah sanksi mulai dari pembinaan hingga pidana juga telah disiapkan bagi pelanggar pilkada Sidoarjo,” papar dia.

Mendekati pencoblosan nanti, harap Agung, tidak ada lagi kampanye hitam menjelekkan paslon di dunia maya. “Mendukung paslon dengan cara yang baik mengungkapkan visi misi akan lebih elok. Jika berkampanye hitam dengan menjelekkan paslon lain maka nantinya akan bikin gaduh dan pastinya akan berurusan dengan penegak hukum,” tandas Agung. [isa/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar