Politik Pemerintahan

Fraksi PKS Makzulkan Bupati Faida dengan Pantun

Peni Purwaningsih, juru bicara Fraksi PKS

Jember (beritajatim.com) – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera mendesak pimpinan DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, agar segera mempercepat usulan pemakzulan Bupati Faida ke Mahkamah Agung. Desakan ini dilontarkan dengan pantun dalam sidang paripurna hak menyatakan pendapat d gedung DPRD Jember, Rabu (23/7/2020).

“Ikan sepat makan kedondong. Pimpinan, cepat diproses ke MA dong,” kata Peni Purwaningsih, juru bicara Fraksi PKS disambut tepuk tangan hadirin.

Peni juga melantunkan pantun lainnya. “Tuku kayu nang Pasar Tanjung. Sawo kecik masir penak rasane. Ojo kemayu disanjung, becik lingsir bali dadi direktur,” katanya.

Fraksi PKS juga menyentil buruknya hubungan eksekutif dan legislatif dengan pantun. “Bunga mawar bunga berduri. Kumbang terluka berlalu pergi. Ketika harmoni tercederai, perpisahan tak terelakkan lagi,” kata Peni.

Fraksi PKS menegaskan, parlemen harus berani menyatakan kebenaran. “Yang haq itu haq, yang batil harus disingkirkan. Saya teringat hadits sahih tentang jihad paling agung dan paling afdol. Rasulullah SAW bersabda: jihad yang paling utama adalah mengutarakan perkataan yang adil di depan penguasa atau pemimpin yang zalim. Katakan yang hak perangi kebatilan,” kata Peni.

Bupati Faida sendiri dalam pernyataan tertulisnya yang dikirim ke DPRD Jember menilai, usulan hak menyatakan pendapat itu tak prosedural. Dia juga merasa telah dirugikan, karena tidak mendapat dokumen materi dan alasan pengajuan usulan pendapat oleh pengusul hak menyatakan pendapat (HMP).

“Bupati Jember tidak dapat mengetahui secara pasti dan mendalam mengenai materi dan alasan pengajuan usulan pendapat oleh DPRD. Selain membawa kerugian bagi bupati, maka dari aspek hukum sebagai konsekuensi tidak diserahkannya dokumen materi dan alasan pengajuan usulan pendapat juga menyebabkan usulan hak menyatakan pendapat ini tidak memenuhi prosedur sebagaimana ditetapkan dalam pasal 78 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018,” katanya. [wir/but]




Apa Reaksi Anda?

Komentar