Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Fraksi PDIP DPRD Surabaya Dorong Penguatan Peran Pemuda

Anggota DPRD Surabaya Fraksi PDIP, Abdul Ghoni Muklas Niam saat Talkshow Peran Pemuda dalam Kebangkitan Ekonomi di Sentra Ikan Bulak (SIB), Sabtu (28/11/2021) malam.

Surabaya (beritajatim.com) – Anggota DPRD Surabaya Fraksi PDIP, Abdul Ghoni Muklas Niam mendorong agar para pemuda di kota Pahlawan menjadi lebih aktif dalam membuat terobosan di berbagai kegiatan positif sehingga mampu berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi.

Dia mencontohkan, banyak produk lokal yang laku keras di pasaran internasional ketika mampu dikelola dengan baik dan memenuhi standart. Jika berhasil, dia meyakini akan memberikan dampak pada pembangunan daerah dan ekonomi masyarakat.

“Handcraft kalau kita jual diluar negeri mahal sekali, ini luar biasa. Karena apa mungkin perbedaan nilai rupiah dengan dolar tinggi,” kata Ghoni saat Talkshow Peran Pemuda dalam Kebangkitan Ekonomi di Sentra Ikan Bulak (SIB), Sabtu (28/11/2021) malam.

Ketua BKN DPC PDIP Surabaya ini bercerita, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin dulunya adalah perajin panci. Lalu, dia berkenalan dengan Bambang DH yang pada saat itu menjabat Wali kota Surabaya.

Pemkot Surabaya pada waktu itu bekerja sama dengan Pemerintah Kenya untuk memproduksi dan mengirim produknya dalam skala besar. Dari situ Arifin mendirikan pabrik di Trenggalek.

“Perlu diingat mutunya tidak kalah dengan pabrik maspion. Harusnya ini, paling tidak memberikan spirit yang luar biasa kepada anak muda supaya tidak gaptek, kalau kita khawatirkan adalah ketika mereka mempunyai uang banyak kadang kadang ngawur,” ungkapnya.

Maka dari itu, dia meminta anak muda yang ada di kampus ikut mendampingi untuk membantu masyarakat memberikan gagasannya agar mampu memiliki produk yang bisa menembus pasar luar negeri.

“Jadi anak muda harusnya menjadi stimulus, potensi apa yang akan diangkat, kami tidak ingin anak muda menjadi letoy, lebay dan putus asa, anak muda dengan karakter Suroboyoan harus wani. Kudu wani, bahasa wani harus berani mencari kebenaran,” tegas Ghoni.

Sementara itu, Seno Bagaskoro ketua DPC Taruna Merah Putih (TMP) PDIP Surabaya mengatakan bahwa anak muda harus mengawal pemikirannya agar tidak terjebak dalam pemikiran golongan tua, utamanya ide-ide pengembangan ekonomi.

“Karena apa, saya melihat Surabaya itu, mempunyai potensi yang bisa di maksimalkan. Tentang keberadaan ekonomi khusus kalau di nasional mungkin kita ingat Mandalika,” bebernya.

Mahasiswa Fisip Unair ini menyebut tidak adil jika hanya Jalan Tunjungan saja yang dijadikan atensi, sedangkan di Bulak ada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Di KEK ada masyarakat yang hidup dan berkembang dengam karakter khasnya, menurutnya tidak boleh di tinggal dalam proses pembangunan.

“Termasuk Pemkot harus berusaha membangkitkan dan menambah atensi terhadap bulak dengan membangun Sentral Ikan Bulak dan jembatan Surabaya dan kita lihat apakah SIB sudah maksimal apa belum,” kata Seno Bagaskoro

Seno mencontohkan saat berkunjung di Banyuwangi, kawasan pesisir tertata dengan baik dan limpahan ekonomi yang bisa dirasakan masyarakat disana, pasarnya bagus dan pengunjungnya juga ramai. “Apa kuncinya, di Banyuwangi ditata sedemikian rupa dan di Jepang dan Korea juga tertata dengan baik, karena destinasi wisatanya di tata dengan baik,” bebernya.

Dia menyayangkan jika turis datang ke Surabaya tidak mengetahui banyak destinasi wisata yang luar biasa di Kota Pahlawan, lalu berakhir ke mall-mall.

“Sayang sekali, kalau turis datang kesini banyak yang bingung kalau destinasi wisata kemana, akhirnya mereka ke mall padahal destinasi kita sangat luar biasa sekali,” sesalnya.

Oleh karena itu, dia berharap gagasan anak muda dapat didengarkan. “Saya kira kalau anak muda kompak, lalu yang ada di dewan membuka diri dan kehadiran mereka ada. Saya kira ini bisa dilaksanakan orientasinya tetap pada gerak-gerak kerakyatan,” tutupnya. [asg/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Monstera Cafe, Tempat Kopi Hits di Puncak Kota Batu

APVI Tanggapi Soal Kenaikan Cukai Rokok Elektrik

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati