Politik Pemerintahan

FPI Jatim: Isu Hoaks Soal Tahlilan Tak Berpengaruh

Ketua FPI Jatim Habib Haidar

Jember (beritajatim.com) – Front Pembela Islam Jawa Timur akan habis-habisan menggalang pemenangan untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto – Sandiaga Uno. Isu bohong terkait praktik keagamaan yang menghantam duet nomor urut 02 itu dipercaya tak akan banyak berpengaruh.

Salah satu isu hoaks yang tersebar di media sosial adalah bakal hilangnya tradisi tahlilan jika Prabowo-Sandiaga berkuasa. “Isu-isu tahun kemarin dikembangkan lagi. Kami sama sekali tidak takut. Tahlilan tetap akan dilaksanakan. FPI ini ahlus sunnah wal jamaah,” kata Ketua FPI Jawa Timur Habib Haidar Al Hamid.

Haidar mengingatkan, bahwa Prabowo adalah mantan TNI. “Jadi kami tak terpengaruh isu-isu itu. Sesuai instruksi imam besar kami, kami harus all out untuk pemenangan paslon 02. Apapun akan kami kerahkan semampu kami. Pertama doa, kedua usaha,” katanya.

FPI Jatim sudah menjalin kerjasama dengan relawan-relawan pendukung Prabowo-Sandi untuk mengamankan tempat pemungutan suara. “Kami akan awasi ketat,” kata Haidar.

FPI adalah salah satu pendukung militan Prabowo dan Sandiaga. Imam besar FPI Habib Rizieq Shihab pernah mengatakan, ada sejumlah alasan untuk mendukung Prabowo dan Sandiaga. Beberapa alasan itu antara lain Prabowo Subianto-Sandiaga Uno adalah capres-cawapres hasil ijtima ulama; Prabowo-Sandi setia kepada Pancasila dan UUD 1945 yang sejati untuk membela agama dan bangsa dan negara; Prabowo-Sandi menandatangani pakta integritas di hadapan para habaib dan ulama yang menghadiri Ijtima Ulama.

Prabowo-Sandi juga dinilai Rizieq cinta dan hormat kepada ulama dan menolak serta menentang kriminalisasi terhadap ulama. Mereka juga tidak memusuhi agama Islam maupun agama lainnya. “Prabowo-Sandi membawa harapan Indonesia untuk ke arah baru yang lebih baik,” katanya dalam video yang ditayangkan saat kampanye akbar di area dalam Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (7/4/2019). [wir/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar