Politik Pemerintahan

Foto ‘Provokatif’ Diduga Anggota Panwascam Sooko saat Penertiban Diunggah di FB

Mojokerto (beritajatim.com) – Beredar foto diduga anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Sooko, Kabupaten Mojokerto di media sosial (medsos) saat menertibkan gambar salah satu pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto. Ada dua foto yang dinilai ‘provokatif’.

Salah satu anggota Panwascam Sooko tersebut menertibkan stiker, baliho dan spanduk paslon Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto tersebut diunggah di akun Facebook (FB) milik Panwascam Sooko. Foto diunggah tanggal 23 Oktober 2020 tersebut bertuliskan status “MOJOKERTO TERTIB SERENTAK…Salam awas”.

Admin akun Panwascam Sooko tersebut mengupload sebanyak 22 foto terkait kegiatan penertiban stiker, baliho dan spanduk paslon Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto. Dari 22 foto yang diupload pukul 21.26 WIB tersebut terdapat dua foto ‘provokatif’. Petugas tersebut dengan pose menjulurkan lidah saat menertibkan spanduk dan stiker paslon nomor urut 3, Pungkasiadi – Titik Masudah.

Penasehat Paslon Mas Pung-Mbak Titik, Ismail Pribadi menyayangkan beredarnya foto tersebut. Dua foto tersebut berkonotasi ‘mengejek’, padahal foto tersebut diupload di akun resmi milik Panwascam Sooko. “Ini suatu tindakan yang tak beretika dan terkesan melecehkan,” ungkapnya, Senin (26/10/2020).

Masih kata anggota DPRD Kabupaten Mojokerto dari PDIP ini, aksi tersebut sangat tak pantas dilakukan oleh anggota pengawas Pemilihan Umum (Pemilu). Anggota pengawas Pemilu, lanjut Ismail, dituntut untuk independen dan netral dalam menjalankan fungsinya.

 

“Namun dalam foto tersebut sangat mencederai netralitas Panwas sebagai lembaga pengadil Pilkada. Selayaknya panwas ikut menciptakan situasi yang kondusif dalam pemilukada, bukan malah bersikap provokatif yang bisa menimbulkan gejolak,” ujar mantan Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto ini.

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Mojokerto, Aris Fahrudin Asy’ad, membantah, jika yang berada di foto tersebut adalah anggota Panwascam Sooko. “Yang jelas dia ini bukan anggota Panwascam Sooko, karena saya kenal betul satu persatu anggota Panwascam Sooko,” katanya.

Ia menduga, orang dalam foto tersebut adalah orang sekretariat atau anggota Panwas Desa. Bawaslu Kabupaten Mojokerto akan segera memanggil Ketua Panwascam Sooko untuk dimintai klarifikasi terkait siapa dan apa maksud dibalik unggahan foto tersebut.

“Bisa jadi itu adalah teman-teman dari sekretariat atau teman-teman dari panwas desa. Karena dalam giat tersebut kita libatkan banyak pihak yang berkompeten. Besok Selasa akan kita panggil Ketuanya terkait dengan peristiwa ini. Kita akan tanyai, itu siapa, kejadiannya dimana, kapan terus apa maksud dan tujuannya,” terangnya.

Namun Aris membenarkan jika akun FB tersebut adalah akun resmi Panwascam Sooko. Foto tersebut adalah foto kegiatan ‘Mojokerto Tertib Serentak’ yakni penertiban penertiban stiker, baliho dan spanduk paslon Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto yang melanggar. Terkait postingan mengandung unsur etis maupun tidak etis, ia masih belum berani menyimpulkan.

“Kita akan mengumpulkan data dulu dari pihak yang bersangkutan, baru bisa kita putuskan itu beretika atau tidak, melanggar atau tidak melanggar. Saat kegiatan itu, kita tertibkan sebanyak 200 an APK dari seluruh paslon yang melanggar ketentuan lokasi pemasangan. Semisal dipasang di tiang listrik dan telpon, atau di paku dan di gantungkan di pohon,” tegasnya. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar