Politik Pemerintahan

Forum Mantan Anggota DPRD Jember Bertemu, Sepakati Perlunya Perubahan

Jember (beritajatim.com) – Para mantan anggota DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, periode 1999-2014 bertemu di Hotel Royal, Minggu (1/3/2020) siang. Mereka tak hanya bernostalgia, namun menyepakati dukungan terhadap perjuangan DPRD Jember periode 2019-2024 melakukan perubahan.

Ketua Forum Mantan Anggota Legislatif (Formal) Madini Farouq mengatakan, para mantan legislator ini tak bisa menutup mata dan telinga terhadap kondisi Jember saat ini. “Bagaimana pun mereka adalah tokoh-tokoh di lingkungan masing-masing. Kami serap aspirasi mereka dan ada satu kesamaan: Formal melihat Jember butuh bupati baru, Jember butuh perubahan, dengan kondisi yang sama-sama kita pahami,” katanya, di sela-sela acara.

Menurut Madini, para anggota Formal akan menyampaikan agenda perubahan ini kepada masyarakat, terutama pengikut masing-masing. Apalagi di antara anggota Formal masih ada yang menjabat menjadi pimpinan partai politik. “Hal ini akan disuarakan,” katanya.

Marsuki Abdul Gafur, mantan legislator Partai Kebangkitan Nasional Ulama yang sekarang menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Nasdem Jember mengatakan, para mantan anggota Dewan ingin menyatukan persepsi. “Kalau kita lihat hubungan legislatif dan eksekutif selama ini tidak harmonis. Ketidakharmonisan ini berdampak terhadap masyarakat. Contoh: pembahasan APBD 2020 yang seharusnya pada 2019 selesai, tapi sampai saat ini belum selesai,” katanya.

Karimullah Dahrujiadi, mantan legislator DPRD Jember dari Partai Golkar yang saat ini menjadi anggota Komisi A DPRD Jatim menambahkan, target pertama pertemuan ini adalah menguatkan tali silaturahim. “Kedua, kami ingin tahu keadaan (politik Jember) sebenarnya, dengan menyerap informasi dari anggota Dewan yang hari ini masih aktif dan masukan dari para senior,” katanya.

“Ada beberapa informasi dan gagasan, semangat, untuk memunculkan kekuatan dari partai politik (dalam pemilihan bupati Jember), terlepas apakah P1 (calon bupati) atau P2 (calon wakil bupati). Saya pikir sah-sah saja, karena memang partai politik adalah kekuatan yang harus mewarnai. Ujiannya ada pada partai-partai semua: apakah (kekuatan itu) mau dikristalkan menjadi satu atau harus terpecah-pecah karena ada semangat calon-calon. Saya pikir biar berproses,” kata Karimullah. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar