Politik Pemerintahan

Forpimda Jatim Pilih Lirboyo Kediri Prototipe Pesantren Tangguh

Kediri (beritajatim.com) – Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Jawa Timur melakukan kunjungan ke sejumlah pondok pesantren di Kediri. Dalam kunjungan tersebut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol M. Fadil Imran dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Eriansyah melihat kesiapan pembukaan kembali pondok pesantren Lirboyo dalam menyongsong era kelaziman baru atau New Normal.

Pesantren salafiyah dengan santri sejumlah 28 ribu orang ini menjadi prototipe Pesantren Tangguh dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Jawa Timur. Gubernur Khofifah mengatakan, sebuah pesantren tangguh memenuhi standar kesehatan, standar kebersihan dan tersedianya tanaman obat untuk keperluan pesantren.

“Pesantren Lirboyo ini akan menjadi prototype Pesantren Tangguh yang pertama dalam menghadapi Pandemi Covid-19. Tetapi tentu kita berharap bahwa satu, pesantren harus sehat berarti pastikan menggunakan masker kemudian mencuci tangan menggunakan sabun dan hansanitizer. Kemudian pesantren harus bersih, karenanya kita berharap ada tempat-tempat cuci tangan yang bisa kita perbanyak dan ketiga pesantren yang ada tanaman obat,” kata Khofifah.

Pemilihan Pesantren Lirboyo sebagai prototipe Pesantren Tangguh ini sendiri diharapkan menjadi pilot project bagi pesantren lain di Indonesia dan khususnya di Jawa Timur untuk mengikuti.

Terkait penerapan new normal ini, menurut KH. Oing Muid Shokib, Pengasuh Ponpes Lirboyo Kediri mengatakan, pihak masyayikh  telah mengeluarkan sebuah maklumat. Diantaranya berisi jadwal kembalinya santri ke pesantren, pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar dan protokol kesehatan yang akan diterapkan.

Sementara itu, terkait kembalinya santri sendiri, akan dilakukan dalam beberapa gelombang. Pada gelombang pertama hanya dibatasi 10 persen atau sekitar 2,5 ribu dan diwajibkan melakukan karantina mandiri selama 14 hari sebelum kembali ke pondok 20 Juni mendatang. Mereka santri yang berasal dari sekitar Kediri.

Kemudian setelah datang, pihak pesantren juga akan melakukan karantina kembali di kamar terpisah selama dua minggu. Selain penggunaan masker, pihaknya pun akan melakukan penataan ulang terhadap kamar santri dan rutin melakukan sterilisasi.

“Untuk kedatangan santri pada 20 Juni mendatang. Sedangkan untuk kegiatan belajar akan dimulai pada Juli nanti,” kata Gus Muid, panggilan akrab Oing Abdul Muid Shokib.

Usai dari Lirboyo, rombongan Gubernur Jawa Timur melanjutkan kunjungan ke Pesantren Al Falah di Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri dengan agenda serupa. Selanjutnya mereka mengunjungi Kampung Tangguh Semeru di Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. [nm/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar