Politik Pemerintahan

Formulasi Larangan Mudik di Pamekasan Belum Disusun

Bupati Pamekasan, Badrut Tamam saat memberikan sambutan dalam kegiatan pengusulan M Tabrani sebagai Pahlawan Nasional di Hotel Front One Pamekasan.

Pamekasan (beritajatim.com)Bupati Pamekasan, Badrut Tamam mengaku belum menyusun formulasi dan kebijakan khusus seputar surat edaran Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo terkait larangan mudik lebaran pada Idul Fitri 1442 Hijriyah mendatang.

Berdasar surat edaran pemerintah pusat, larangan mudik pada Lebaran 2021 berlaku Kamis hingga Minggu (6-17/5/2021) mendatang. Sekaligus menjadi larangan mudik kedua pasca adanya larangan serupa akibat adanya pandemi Coronavirus Disiase 2019 pada edisi 2020 lalu.

“Secara resmi hingga saat ini surat edaran larangan mudik lebaran 2021 masih ada di pemerintah provinsi Jawa Timur. Secara teknis dan administrasi pemerintahan terkait hal ini masih kami telaah, termasuk untuk punishment atau denda bagi yang melanggar,” kata Bupati Badrut Taman, Jum’at (2/4/2021).

Larangan mudik bagi kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan TNI-Polri, bertujuan sebagai langkah antisipatif pada penyebaran Covid-19 dan kewaspadaan sosial di tengah kondisi ekonomi yang kurang bersahabat. “Jadi secara teknis dan operasional, kita akan segera mendiskusikan bersama pihak terkait untuk membahas ini,” ungkapnya.

“Secara prinsip, larangan (mudik) ini bertujuan dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19, serta sebagai bentuk kewaspadaan sosial di tengah kondisi ekonomi yang sedang sulit. Khususnya di kabupaten Pamekasan,” sambung Ra Badrut (sapaan akrab Badrut Tamam).

Disinggung soal persiapan menjelang Ramadan 1442 Hijriyah, pihaknya juga berencana untuk segera melakukan berbagai upaya untuk menghindari tidak ada klaster Ramadan. “Saat ini kita sedang diskusikan hal itu, seperti pelaksanaan salat tarawih sesuai prokes (protokol kesehatan) dan lainnya,” jelasnya.

“Tentunya juga persiapan langkah antisipatif pada saat malam takbir (malam Idul Fitri), nanti kita juga akan susun kebijakannya seperti apa. Termasuk untuk kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi dengan baik, khususnya selama Ramadan nanti,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga berencana untuk membuat pasar murah di setiap kecamatan di Pamekasan. Khususnya dalam rangka memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi. “Bazar murah ini nanti kita adakan di seluruh kecamatan di Pamekasan, rencananya kita mulai pada awal Ramadan,” tegasnya.

“Seperti yang kita ketahui bersama, selama pandemi Covid-19 ini membuat kondisi dan daya beli masyarakat turun dan sektor ekonomi menjadi lemah. Sehingga kami berencana untuk membantu masyarakat dengan membuka bazar murah selama Ramadan,” pungkasnya. [pin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar