Politik Pemerintahan

Putus Rantai Penyebaran Covid-19,

Forkopimda Trenggalek Resmikan KTS Desa Ngadirenggo

Forkopimda Trenggalek resmikan KTS Desa Ngadirenggo

Trenggalek (beritajatim.com) – Putus mata rantai penyebaran virus Covid-19 di pelosok, Kampung Tangguh Semeru (KTS) Desa Ngadirenggo, Kecamatan Pogakan, Trenggalek diresmikan, pada Kamis (4/2/2021). Peresmian ini dilakukan langsung oleh Forkopimda Kabupaten Trenggalek.

Tercatat sampai dengan diresmikannya kampung tangguh ini ada 40 kasus positif, isoman 10 orang dan meninggal dua orang. Saat ini di Ngadirenggo sendiri tersisa 4 kasus terpapar dan semoga setelah pencanangan Kampung Tangguh Srmeru ini bisa sembuh semua. Kepala Desa Ngadirenggo, Mulyanto berharap tidak ada lonjakan pandemi yang lebih besar lagi kedepannya.

Sementara itu, mewakili Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, Sekda Trenggalek, Joko Irianto dalam peresmian kampung tangguh ini penanganan Covid 19 membutuhkan dukungan dan kesadaran semua pihak.

Diceritakan oleh putra mantan Bupati Trenggalek Brigjend Soetran tersebut, awal penanganan Covid 19 Pemkab Trenggalek mampu melokalisir penyebran Covid 19 dengan baik.

Sekda Trenggalek, Joko Irianto

Bahkan diterapkan 3 titik Check Point dari arah Tulungagung, Ponoroga dan Pacitan, sehingga penanganan Covid dapat berjalan cukup efektif. Namun karena sudah ada tranmisi lokal, maka penerapan pembatasan ini tidak mungkin dilakukan penerapan Check Point kembali.

Apalagi Kabupaten Trenggalek saat ini masuk kedalam zona merah (zona resiko tinggi). Segala upaya perlu dilakukan untuk bisa mengendalikan penyebaran Covid 19, namun tentunya perlu dukungan dan kedisiplinan seluruh elemen masyarakat, mematuhi, protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan sesering mungkin mencuci tangan).

Saat ini Pemkab Trenggalek tengah berupaya menambah ruang isolasi mandiri maupun menyiapkan beberapa puskesmas untuk rumah sakit darurat Covid untuk kecukupan ruang perwatan pasien Covid 19.

Kapolres Trenggalek, AKBP Dony Satria Sembiring, dalam peresmian Kampung Tangguh Semeru Desa Ngadirenggo ini menyayangkan masih kurangnya kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan.

Diharapkan dengan peresmian kampung tangguh ini, dapat menyadarkan semua untuk perduli pada diri sendiri, keluarga dan sesama dengan mematuhi protokol kesehatan.

Pamen Polri ini menyebut, Kecamatan Pogalan menyumbangkan kasus 3 tertinggi meninggal akibat Covid 19. Menurutnya hal ini perlu diwaspadai dan jangan ada lahi kasus kematian akibat Covid 19, pesannya. [nm/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar