Politik Pemerintahan

FKUB Sidoarjo Berjuang Memenangkan Kelana – Astutik

Sidoarjo (beritajatim.com) – Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Sidoarjo akan berjuang untuk memenangkan Paslon Kelana – Dwi Astutik dalam Pilkada Sidoarjo 2020.

Menurut Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sidoarjo, H Mohammad Kirom, figur pemimpin perempuan banyak diidolakan masyarakat. Adanya figur pemimpin perempuan dalam paket kepemimpinan daerah itulah yang menjadikan FKUB mendukung pasangan nomor 3.

“Kalau hanya didominasi laki-laki, maka aspirasi dan hubungan intens antara pimpinan dengan masyarakat yang dipimpinnya kurang dekat. Dan hingga saya umur 50 lebih ini, di Sidoarjo belum ada pemimpin perempuan,” katanya, Rabu (7/10/2020).

Kehadiran Bu Dwi Astutik ini salah satunya figur yang harus disukseskan dalam Pilkada 2020. Kalau yang lain (dua pasangan calon lainnya) sudah jelas, laki-laki semua.

Ketua Tim Pemenangan Kelana Aprilianto-Dwi Astutik, Haji Masnuh menambahkan, Sidoarjo bukan lagi saatnya diwarnai kepemimpinan perempuan tapi sebenarnya sudah telat.

“Bisa dibilang terlambat ya, karena daerah lain di Jatim sudah memunculkan pemimpin perempuan. Mulai wali kota, bupati, wakil bupati, bahkan gubernurnya juga perempuan. Maka ini saatnya memenangkan Pak Kelana-Bu Dwi Astutik,” tandasnya.

Menurut Masnuh, dengan dipimpin duet laki-laki dan perempuan, akan lebih memudahkan dalam memajukan Kabupaten Sidoarjo karena komunikasi pelaksanaan program menjadi lebih terbangun.

“Ibu Dwi Astuti bisa membina ibu-ibunya, Pak Kelana membina bapak-bapaknya. Jadi kan klop,” tandas ketua tim pemenangan Khofifah-Emil Dardak di Pilgub Jatim 2018 wilayah Sidoarjo tersebut.

Lantas, apa yang disiapkan Astutik untuk lebih memberdayakan perempuan dan memajukan Sidoarjo? “Potensi emak-emak di Sidoarjo ini luar biasa dan tak kalah dengan Surabaya. Hanya saja, mohon maaf, saat ini potensi tersebut belum ter-blow up. Eksistensi diri perempuan di Sidoarjo belum ter-blow up,” kata Astutik.

Karena itu, lanjut Astutik, banyak program pemberdayaan yang akan dilakukan, termasuk keterlibatan perempuan di dalam UMKM yang dilihatnya selama ini masih berjuang sendiri.

“Seringkali akses-akses tidak didapatkan. Ya akses pendanaan, akses pendidikan, akses untuk mendapat produk unggulan, seringkali mereka berikhtiar sendiri. 200 ribu lebih UMKM di Sidoarjo dan masih banyak yang belum tersentuh,” paparnya. [isa/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar