Politik Pemerintahan

FKPT Jatim: Perempuan Jadi Agen Perdamaian Cegah Radikalisme

Surabaya (beritajatim.com) – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerjasama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jatim mengadakan acara ‘Diskusi dan Deklarasi Perempuan Agen Perdamaian’.

Acara itu dihadiri 70 orang peserta perempuan yang terdiri dari unsur kades perempuan, ASN perempuan, organisasi perempuan serta ormas anggota Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Jatim.

Ketua Umum BKOW Jatim, Fatma Saifullah Yusuf mengatakan radikalisme dan terorisme menjadi kekhawatiran bersama.

“Efek negatif radikalisme dan terorisme bisa berbahaya bagi kita semua, termasuk warga sipil. Perempuan mesti tampil sebagai solusi cegah tangkal terorisme dari keluarga,” kata Fatma dalam keterangan tertulis¬† yang diterima redaksi beritajatim.com, Jumat (6/11/2020).

Ketua FKPT Jatim, Hesti Armiwulan mengatakan peran perempuan sebagai agen perdamaian harus tersosialisasi secara masif di Jatim.

Sementara itu, dalam forum Diskusi menghadirkan tiga narasumber yaitu Setyo Pranowo (Kasie Partisipasi dan Pemberdayaan BNPT), Nurul Barizah (Kabid Perempuan dan Anak FKPT Jatim) dan Siti Hanifa (Manager AAMAN Indonesia).

Setyo Pranowo dari BNPT berharap semua pihak ikut berperan aktif dalam proses pencegahan radikalisme dan terorisme.

“FKPT mesti mampu membangun kerja sama dengan semua pihak agar bisa mempelopori proses pencegahan dengan keterlibatan aktif masyarakat dalam hal radikalisme dan terorisme,” ungkapnya.

Nurul Barizah menambahkan, keberhasilan Kota Mojokerto yang memastikan warganya tidak terpapar radikalisme harus menjadi contoh dan bisa direplikasi di Jatim.

Sementara itu, Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari menyatakan warganya dipastikan tidak ada yang terpapar paham radikalisme, sehingga Mojokerto bisa jadi barometer pencegahan radikalisme dan terorisme di Jawa Timur.

Pernyataan Walikota Mojokerto itu disampaikan dalam pidato sambutannya pada acara Diskusi dan Deklarasi Perempuan Agen Perdamaian di Ballroom Hotel Ayola Sunrise Mojokerto.

“Perempuan dalam hal ini sebagai Ibu perannya dalam keluarga sangat penting khususnya di era teknologi informasi ini. Peran Ibu untuk mencegah berkembangnya faham radikalisme di lingkungan keluarga sangat tidak terbantahkan, sehingga acara ini khususnya Deklarasi Perempuan sebagai Agen Perdamaian sudah sangat tepat dan perlu disebarluaskan,” kata Ita panggilan akrab Walikota Mojokerto.

Ita menambahkan perbaikan kualitas sumber daya perempuan kedepan mesti semakin ditingkatkan, khususnya dalam kapasitas dan perannya untuk cegah tangkal radikaliame di lingkungan keluarga dan sekitarnya.

“Peran perempuan Mojokerto mesti diperkuat guna menjadikan Kotanya sebagai barometer pencegahan terorisme di Jatim,” tegasnya. (tok/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar