Politik Pemerintahan

FKB Urunan Beli 30 Setel APD untuk RSD dr. Soebandi Jember

Kiri ke kanan: Wakil Direktur RSD Arief Setiyoargo, Direktur RSD Hendro Soelistijono, Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi, Sekretaris DPC PKB Jember Ayub Junaidi

Jember (beritajatim.com) – Anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa DPRD Jember, Jawa Timur, urunan untuk membeli alat pelindung diri (APD) dan menyumbangkannya untuk RS Daerah dr. Soebandi. Puluhan setel APD ini diserahkan Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang PKB Jember Ayub Junaidi dan Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi kepada Direktur RSD Hendro Soelistijono dan Wakil Direktur Arief Setiyoargo di ruang FKB, Senin (6/4/2020).

“Ada perintah dari Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pimpinan Wilayah PKB Jatim kepada teman-teman DPRD, agar gaji mereka disisihkan untuk kepentingan kemanusiaan. Maka per bulan ini, teman-teman alhamdulillah bisa mengumpulkan uang untuk dibelikan alat pelindung diri ini,” kata Sekretaris DPC PKB Jember Ayub Junaidi.

Pilihan untuk membeli APD dikarenakan FKB memahami kesulitan yang dihadapi para petugas medis untuk mendapatkannya. “Alhamdulillah kami punya 30 setel yang bisa diserahkan kepada RSD dr. Soebandi. Alat seperti ini kan sekali pakai. Ini bentuk kepedulian teman-teman Fraksi PKB,” kata Ayub.

“Kalau tenaga medis ini tidak bisa dilindungi dengan baik, terus siapa lagi yang akan melindungi kita. Karena banyak berita bahwa kekurangan alat pelindung diri, kami belikan ini walau harganya mahal. Kami berikan ke RSD dr. Soebandi karena ini rumah sakit rujukan. Semoga ini bisa membangkitkan seluruh kalangan untuk membantu masyarakat dengan kegiatan serupa,” tambah Ayub.

Selain menyumbangkan APD ke RSD dr. Soebandi, delapan anggota FKB DPRD Jember juga sudah membuka posko Covid-19. “Kami melakukan penyemprotan, pembagian disinfektan, sembako, dan masker. Urusan seperti ini bukan hanya Covid-19, tapi persoalan turunannya seperti tukang becak dan ojek online tidak mendapatkan pendapatan seperti biasanya,” kata Ayub.

Itqon memberikan semangat kepada para tenaga medis yang menjadi benteng terakhir dalam perang menghadapi Covid-19 ini. “Salam buat teman-teman tenaga medis. Diperbolehkan menjamak salat kalau sedang mengenakan ini,” katanya. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar