Politik Pemerintahan

FKB Diperintahkan Tak Bongkar RPJMD yang Dibuat Hendy-Firjaun

Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang PKB Jember Ayub Junaidi [foto: Oryza A. Wirawan]

Jember (beritajatim.com) – Partai Kebangkitan Bangsa akan bersikap kritis terhadap Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang dipimpin Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman sejak 2021 hingga 2024. Namun PKB akan memberikan kesempatan kepada duet tersebut untuk membenahi Jember.

“Demi kepentingan masyarakat, PKB akan kritis. Kami kasih waktu kepada bupati terpilih. Kita juga kan tidak tahu sampai saat ini, karena RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) belum (dibahas dan disahkan),” kata Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang PKB Jember Ayub Junaidi, Kamis (4/2/2021).

“Saya sudah perintahkan kepada Fraksi PKB: jangan mengubah seharokatpun RPJMD yang diajukan bupati dan wakil bupati. Itu menjadi hak bupati dan wakil bupati terpilih. Monggo silakan. Tugas PKB hanya mengawal dan memastikan apakah nanti proses pembangunan, proses pemerintahan, berjalan sesuai aturan atau tidak,” kata Ayub. PKB akan mengkritisi Pemkab Jember jika ternyata melenceng dari jalur.

Pasca pilkada, Ayub menilai, tidak ada yang perlu direkonsiliasikan. “Apanya yang rekonsiliasi? Tidak usah ada rekonsiliasi. Proses pilkada ini alamiah, lima tahunan. Begitu terpilih, ya sudah menjadi bupati dan wakil bupati masyarakat Jember,” katanya.

Dalam Pilkada Jember 2020, PKB berkoalisi dengan PDI Perjuangan, Golkar, Perindo, Berkarya, dan PAN mengusung duet Abdus Salam dan Ifan Ariadna. Duet ini menduduki posisi buncit dari tiga pasang kandidat, dengan perolehan dukungan 232.648 suara atau 23,13 persen dari total suara sah. [wir/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar