Politik Pemerintahan

FK-KBIH Jatim: Semoga Jelang Ramadan, Mekah dan Madinah Bisa Dikunjungi

Jember (beritajatim.com) – Ketua Harian Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (FK-KBIH) Jawa Timur Madini Farouq berharap, pemerintah Arab Saudi bisa membuka pintu Mekah dan Madinah menjelang Ramadan.

“Kami menghormati sikap pemerintah Saudi yang menghentikan sementara penerbitan visa umrah dan penerbangan untuk mengantisipasi merebaknya virus corona. Tapi kami harapkan ini tidak terlalu lama,” kata Madini, Jumat (6/3/3020).

“Orang yang mendaftar umrah dan haji sudah cukup lama, terutama haji. Penantian mereka cukup lama. Harapan saya, pelarangan ini tidak terlalu lama. Mungkin menjelang Ramadan dibuka lagi dengan pemerintah Saudi lebih ketat melakukan seleksi,” kata Madini.

Sebelum berangkat ke Saudi, peserta jamaah calon haji atau umrah biasa disuntik vaksin meningitis. “Mungkin ke depan, ada lagi suntik untuk anti corona, sehingga yang datang ke sana betul-betul bersih,” kata Madini.

Madini mengaku kaget dan sempat terpukul. “Untungnya jamaah saya yang kemarin sudah datang dari umrah pada 25 Februari. Pelarangan 27 Februari. Tapi kami khawatir kalau terlalu lama apalagi musim haji, kasihan,” katanya.

Ada 50 orang jamaah umrah pada Maret dan 60 orang pada April yang menanti perkembangan. “Mekah dan Madinah bukan lagi milik pemerintah Saudi, tapi milik umat Islam. Kebetulan saja secara geografis wilayahnya di Saudi Arabia,” kata Madini. Dia berharap penundaan ini tidak berpengaruh terhadap biaya umrah.

Sementara itu, Konsul Haji Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Endang Jumali membantah kabar bahwa Saudi melarang perjalanan ke tanah suci selama tahun ini. “KUH (Kantor Urusan Haji) KJRI Jeddah sudah berkoordinasi dengan Abdurrahman Al Segaf. Dia mengatakan bahwa informasi tentang penutupan umrah selama 1 tahun di 2020 itu tidak benar,” ujar Endang melalui pesan singkat kepada media massa, Kamis (5/3/2020). [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar