Politik Pemerintahan

Dituding Tak Percaya Diri Bawa Nama Mahfud MD

Firman Syah Ali: Banjir Dukungan, Saya Nggak Kuat Ngangkat Telpon

Surabaya (beritajatim.com) – Partai Gerindra Jatim meminta kepada kandidat Walikota Surabaya, Firman Syah Ali dan Lia Istifhama tidak membawa nama besar keluarganya dalam ajang Pilwali Surabaya 2020. Gerindra Jatim menuding dengan membawa-bawa nama keluarga, itu sama saja kandidat tidak percaya diri.

Terkait pernyataan Partai Gerindra Jatim tersebut, Firman Syah Ali menyampaikan terima kasih tiada terhingga. “Ini pertanda bahwa Partai Gerindra punya kecenderungan mendukung saya dan Lia Isthifama,” katanya, Selasa (27/8/2019).

Namun Firman Syah Ali menyampaikan klarifikasi bahwa dalam konteks Pilwali Surabaya, kalimat ‘keponakan Mahfud MD’ tidak pernah keluar dari mulutnya, itu merupakan tulisan media sendiri. “Perlu diketahui bahwa wartawan kenal saya sebagai keponakan Mahfud MD jauh sebelum ramai-ramai Pilwali Surabaya, sehingga ketika nama saya masuk bursa Bacawali Surabaya, sahabat saya para jurnalis langsung menulis begitu,” ujarnya.

Dirinya mengaku tidak pernah deklarasi atau mencalonkan diri. Yang terjadi adalah dukungan dari beberapa tokoh terhadap dirinya, yang kemudian ditulis oleh media. Di antara tokoh yang menyatakan dukungan, kemudian ditulis oleh media adalah tokoh masyarakat eks lokalisasi Dolly, tokoh Unitomo Dr Meithiana Indrasari Yunus, tokoh Cipayung Jatim, Ketua PMII Jatim, tokoh ulama Bangkalan KH Abdul Latif Amin Imron dan lainnya.

“Saya sendiri hingga detik ini belum deklarasi untuk maju Pilwali Surabaya, namun dukungan semakin deras dan terus mengalir, saya sampai nggak kuat ngangkat telepon dari para tokoh siang dan malam, rata-rata meminta saya segera deklarasi,” jelasnya.

“Jauh sebelum terkenal sebagai keponakan Mahfud MD, saya terkenal sebagai salah satu penggerak aksi mahasiswa sejak tahun 1994 hingga tahun 1998. Latar belakang saya sebagai aktivis gerakan reformasi 1998 itulah yang mengantarkan saya dekat dengan para wartawan seperti saat ini. Para wartawan dan aktivis LSM itu banyak yang senior dan kader saya dalam gerakan mahasiswa,” pungkasnya. (tok/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar