Politik Pemerintahan

Fandi Utomo Tampung Aspirasi Warga Soal Banjir di Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Blusukan ke kampung pinggiran kembali dilakukan oleh caleg PKB untuk DPR RI dapil Jatim 1, Fandi Utomo.

Hari ini, Minggu (20/1/2019), kampung Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Wonokusumo menjadi wilayah jujugan Fandi Utomo untuk menyerap aspirasi masyarakat.

Pasalnya di kampung ini, warga kampung yang merupakan relawan Fandi Utomo memiliki keluhan yang hingga kini belum teratasi, yaitu banjir.

“Kampung kami kalau hujannya sudah lebih dari dua jam pasti banjir. Seperti kemarin hujan deras, rumah kami banjir setinggi lutut,” ucap relawan Fandi Utomo, warga Wonokusumo, Imron.

Ia mengatakan saluran di kampungnya ada. Namun saat hujan lebat saluran itu selalu penuh. Dan butuh waktu tiga jam hingga setengah hari untuk menunggu air surut.

Meski terkadang surutnya banjir kurang dari setengah hari, namun bencana itu tetap membuat warga jengah. Mereka harus ribut saat hujan datang dan banjir masuk hingga ke dalam rumah.

“Kami ini warga kecil, kampung padat seharusnya pembangunan saluran bisa masuk sini, agar kampung kami tidak banjir lagi,” harapnya.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Fandi Utomo mengatakan wilayah tersebut seharusnya lebih diperhatikan. Terlebih karena jaraknya kampung ini sendiri tidak lebih dari 4 kilometer dari Balai Kota Surabaya.

“Pertama yang pasti harus dibenahi kapasitas salurannya. Sebab saluran ini kan ada, tapi tidak mencukupi lalu meluber ke kampung-kampung,” ucap Fandi Utomo.

Kedua, adalah selarusnya saluran tersebut juga memperhatikan elevasi air. Sebab sesuai teori semakin dengan dwkat dengan laut maka saluran juga harus semakin lebar.

Ketiga, dikatakan mantan dosen ITS ini harus ada rekayasa pematusan. Seperti normalisasi atau menggunakan normalisasi ukuran salutan.

“Seharusnya wilayah ini terperhatikan. Nggak sampai 4 kilometer dari balaikota,” kata Fandi Utomo.

Tidak hanya itu ia juga mengingatkan bahwa sebelum penanganan fisik juga harus doperhatikan masalah kesehatan dan sanitasi warga Surabaya. Sehingga kualitas kehidupan masyarakat di kampung padat khususnya masalah kesehatan tak menjadi korban.[ifw/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar