Politik Pemerintahan

Fandi Utomo: RUU Pesantren Harus Segera Disahkan

Surabaya (beritajatim.com) – Mengawal agar RUU Pesantren segera disahkan menjadi konsen Caleg DPR RI asal PKB untuk Dapil Jatim 1 Surabaya-Sidoarjo dengan nomor urut 3 Ir Fandi Utomo.

Menurutnya undang-undang ini penting untuk segera disahkan agar bisa menjadi pedoman kesetaraan pendidikan di kalangan pesantren.

“Ini penting agar para santri di Pesantren tidak perlu lagi sekolah dobel. Dengan ijazah pesantren yang sudah diakui, maka para santri bisa semakin mantap dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0,” kata caleg PKB Fandi Utomo.

Saat ini, menurut mantan Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu, RUU Pesantren telah berada di DPR RI untuk dibahas lebih lanjut dan disahkan.

“Inisiator RUU itu sendiri adalah PKB. Agar para santri ini tidak perlu lagi sekolah dobel demi diakui,” tegas Fandi Utomo.

“Indonesia ini harus menganggap penting keberadaan pesantren. Dokter Soetomo pun pernah mengungkapkan jika Indonesia ini tidak akan pernah merdeka apabila tak ada keterlibatan pondok pesantren,” tambahnya.

Di sisi lain, Fandi Utomo mengajak segenap jamaah NU di Surabaya untuk mengedepankan semangat pembangunan dan pengembangan serta penguatan Sumber Daya Manusia. Khususnya, bagi kalangan Nahdliyin.

“Indonesia ini akan menghadapi dua fenomena di tahun 2020. Pertama adalah bonus demografi, kedua adalah Revolusi Industri 4.0 yang membawa komersialisasi produk baru. Kedua hal itu membawa pergeseran dalam paradigma di dunia kerja. Oleh karena itu perlu adanya re-orientasi bagi para pencari kerja, baik yang pekerja baru maupun yang terkena PHK. Di masa Revolusi Industri 4.0, ada lapangan pekerjaan yang hilang dan ada pula yang baru,” jelas Fandi Utomo.

Untuk itu, mantan Wakil Ketua Komisi 2 DPR RI ini berharap segenap elemen pemuda dan usia produktif segera mempersiapkan serta membekali diri. Khususnya bagi kalangan pemuda Nahdliyin.

“Bonus demografi ini kan menjadikan usia bekerja menjadi lebih banyak daripada usia tertanggung. Maka dari itu, persaingan di dunia kerja menjadi lebih ketat lagi,” tegas Fandi Utomo.

“Untuk mempersiapkan bonus demografi yang akan segera dihadapi oleh Indonesia. Para pemuda harus membekali diri dengan pelatihan agar bisa menghadapi era persaingan yang semakin ketat. Pelatihan-pelatihan itu tentunya bisa meningkatkan daya saing mereka,” tambah mantan dosen ITS Surabaya ini.[ifw/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar