Politik Pemerintahan

Fandi Utomo Ingatkan Kesiapan Sambut Bonus Demografi

Fandi Utomo di tengah relawan dan pendukungnya

Surabaya (beritajatim.com) – Bonus demografi di tahun 2020 tidak bisa dianggap sebelah mata bagi masyarakat Kota Surabaya.

Pasalnya bak dua mata pisau, datangnya waktu dimana usia angkatan kerja lebih banyak dari usia tertanggung, maka akan mendatangkan dua sisi kondisi. Salah satunya kondisi tantangan ketersediaan lapangan kerja.

Padahal saat ini Indonesia juga mau tidak mau harus bersiap diri dalam rangka menyambut era jelang pelepasan dan komersialisasi hasil revolusi industri 4.0.

Hal itu menjadi topik bahasan rembugan Caleg Partai Kebangkitan Bangsa untuk DPR RI untuk dapil Jatim 1 nomor urut 3, Fandi Utomo, saat bertemu anak muda millenial Surabaya di Kecamatan Manukan, Sabtu (19/1/2019).

“Jadi memang menghadapi 2019 – 2020 khususnya di Surabaya ini memang nggak mudah. Di tahun 2020 kita akan mendapatkan bonus demografi di tengah problem kota Surabaya yang sedang mengalami masalah pengangguran yang tinggi,” kata Fandi Utomo.

Ia menyinggung soal data angka tingkat pengangguran terbuka di Surabaya yang mencapai 6 persen. Angka ini bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan angka pengangguran terbuka nasional yang sekutar 5 persen.

“Bayangkan nasional itu ada Trenggalek, Kalimantan, kita ini tinggi sekali,” katanya.

Kondisi ini juga dengan dihadapkan dengan tantangan revolusi industri 4.0 yang serba otomasi. Banyak perkembangan teknologi yang membuat peralatan serba mesin dan tidak menggunakan tenaga manusia.

Fandi Utomo menyontohkan kondisi internasional Volvo misalnya. Yang di tahun 2016 sudah mendapatkan lisensi truk tanpa awak.

Begitu juga dengan untuk taksi uber, yang sudah memiliki lisensi taksi nirawak. Yang artinya akan menghapuskan peluang pekerjaan khususnya sopir.

Produk-produk revolusi industri 4.0 ini bakal dilepaskan ke market di tahun 2020 hingga 2025 mendatang.

“Di dunia kedokteran pun begitu. Dengan perkembangan teknologi nano, bisa jadi dokter bedah tidak lagi dibutuhkan, bisa saja diciptakan obat yang direkayasa bisa mengobati langsung di titik tertentu tanpa harus dioperasi,” katanya.

Dikatakan Fandi Utomo, tema revolusi industri ini menjadi tema yang ingin ia sampaikan saar bertemu masyarakat. Khususnya saat brtemu dengan anak-anak muda.

Dengan harapan ke depan anak-anak muda Surabaya bisa lebih siap dan mengorientasikan pendidikannya ke arah kesiapan revolusi industri.

“Saya sempat menantikan tema ini bisa dibahas di debat pilpres. Namun kok belum muncul,” pungkas Fandi Utomo.(ifw/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar