Politik Pemerintahan

Fandi Utomo Dorong Masyarakat Industri dan Usaha Wujudkan Tujuan Pemilu 2019

Surabaya (beritajatim.com) – Menyongsong Indonesia Emas 2045, Indonesia dipastikan akan memperoleh bonus demografi, kemajuan teknologi pun tak terhindarkan. Untuk itu, diperlukan strategi agar Indonesia semakin maju dan mampu bersaing dengan negara lain.

Calon Anggota Legislatif DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dapil Jatim 1 Surabaya-Sidoarjo dengan nomor urut 3 Ir. Fandi Utomo mempunyai solusi tersendiri untuk menyiapkan hal itu. Ia menyampaikan ada tiga syarat penting yang harus dipenuhi dalam menyongsong Indonesia Emas.

“Yang pertama adalah ekonomi yang kuat dan berkeadilan, Indonesia akan bisa bersaing kalau ekonominya kuat dan adil bagi seluruh rakyat Indonesia,” jelasnya saat melakukan diskusi bersama APINDO Sidoarjo, FKMIS , GUPERTA Sidoarjo, SDM Krian-Balongbendo, Forkom SIER-Brebek Industri pada Hari Kamis (28/3/2019).

Selain itu FU, sapaan akrabnya, juga menjelaskan bahwa Indonesia harus memiliki peradaban yang maju dan berkepribadian. Hal ini menurutnya, karena tantangan ke depan adalah teknologi yang semakin maju yang harus dibarengi dengan pribadi masyarakat Indonesia yang tetap menjunjung nilai-nilai ketimuran.

“Kedua Peradaban yang maju dan berkepribadian, maju itu yang seperti apa, maju itu adalah dengan semakin melek teknologi, dan kalau bisa kita yang menjadi pelopor teknologi tersebut, itu bisa dicapai dengan kita bergotong royong, bahu-membahu, dan tidak mudah terbawa arus,” urainya.

Mantan Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini menambahkan, selain kedua hal tersebut, yang lebih penting lagi adalah adanya konsolidasi demokrasi. Menurut Fandi Utomo apabila seluruh elemen politik, baik pada level massa maupun elite, bersatu maka secara otomatis akan menciptakan stabilitas di dalam pemerintahan yang berujung pada kemakmuran dan kepastian publik.

“Karena dengan adanya konsolidasi demokrasi, semua elemen akan terlibat, dan ini perlu untuk menuju kehidupan demokrasi yang baik,” tuturnya.

Dengan melihat syarat yang Ia paparkan itu, Fandi Utomo mengajak serta kelompok dari masyarakat industri dan usaha itu untuk menyukseskan Pemilu 2019. “Tujuan penting Pemilu 2019 ini salah satunya adalah konsolidasi demokrasi,” katanya.

“Sistem multipartai yang kompleks saat ini kan justru membuka ruang-ruang untuk korupsi karena biaya politik yang sangat tinggi. Dengan sistem Pemilu 2019, diharapkan masalah-masalah ini bisa diurai,” pungkas mantan Dosen ITS Surabaya ini.

Sebagai informasi, di Pemilu 2019 sistem penghitungan kursi di Parlemen menjadi sedikit berbeda. Perbedaan pertama adalah Parliamentary Threshold yang sebelumnya hanya 3.5 persen menjadi 4 persen.

Selanjutnya, kini sistem penghitungan kursi Parlemen menggunakan Sainte Lague Murni dengan pembagian bilangan ganjil 1, 3, 5, 7 dan seterusnya. Jika partai sudah dapatkan kursi pertama, untuk pembagian berikutnya partai tersebut akan dibagi 3.

Dalam proses Pemilu 2019 nantinya akan ada lima kotak suara yang akan digunakan dalam pemilihan. Lima kotak suara itu yakni kota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, DPD serta terakhir adalah kotak suara Presiden dan Wakil Presiden.[ifw/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar