Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Faktor Kesehatan dan Tanpa Mahrom, 29 JCH Pamekasan Gagal Berangkat

Pamekasan (beritajatim.com) – Sebanyak 29 Jemaah Calon Haji (JCH) di Kabupaten Pamekasan, dinyatakan gagal berangkat ke Tanah Suci Makkah, guna menjalani ibadah rukun Islam kelima, yakni ibadah haji pada musim haji 1443 Hijriah.

Kegagalan tersebut karena sebagian di antaranya mengalami gangguan kesehatan, termasuk di antaranya juga karena tidak bersama mahrom, baik kerabat maupun keluarga. Jumlah tersebut merupakan bagian dari total sebanyak 443 JCH di wilayah setempat.

“Sebanyak 29 JCH asal Pamekasan, gagal berangkat ke tanah suci Makkah karena faktor kesehatan. Termasuk di antaranya karena tidak bersama dengan kerabat atau keluarga,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan, Mawardi, Kamis (12/5/2022).

Selain itu pihaknya menyampaikan kuota JCH di Pamekasan, terdata sebanyak 443 orang berdasar ketetapan dari Kemenag Republik Indonesia. “Kuota jemaah haji pada tahun ini sebanyak 443 orang, tapi karena 29 jemaah mengundurkan diri sehingga tersisa sebanyak 414 orang,” ungkapnya.

“Hanya saja, jumlah 414 jemaah ini belum final. Karena bisa saja nantinya akan diisi dengan jemaah calon haji pengganti yang tercatat atau mereka yang sudah masuk dalam daftar tunggu (untuk pelaksanaan ibadah haji),” sambung Mawardi.

Namun jika JCH yang terdaftar dalam daftar tunggu tidak ada yang menggantikan, nantinya akan diserahkan sepenuhnya kepada Panitia Penyelenggara Haji di tingkat provinsi, dalam hal ini Kemenag Provinsi Jawa Timur. Sehingga jumlah total JCH asa Pamekasan, yang hendak berangkat ke tanah suci belum sepenuhnya final.

“Artinya, mengenai kepastian jumlah JCH asa Pamekasan yang akan berangkat menunaikan ibadah haji masih menunggu hingga deadline pada 20 Mei 2022 mendatang,” tegas Mawardi.

Tidak hanya itu, seluruh JCH termasuk jemaah dari kloter Pamekasan, nantinya juga dipastikan sudah menjalani proses vaksinasi. “Jadi calon haji yang hendak menunaikan ibadah haji, mereka sudah menjalani proses vaksin 1, 2 dan 3 atau vaksin penguat,” pungkasnya. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar