Politik Pemerintahan

Faktor Iklim Dongkrak Pertanian di Jember

Paripurna nota pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Akhir Tahun Anggaran 2020, di gedung DPRD Jember, Selasa (14/4/2021) malam.

Jember (beritajatim.com) – Faktor iklim mendongkrak produksi pertanian di Kabupaten Jember, Jawa Timur, tahun lalu. Sektor perikanan pun mengalami peningkatan.

“Produksi padi pada 2019 sebanyak 941 ribu ton, naik menjadi 991 ribu ton pada 2020. Produksi jagung pada tahun 2019 sebanyak 352 ribu ton meningkat menjadi 411 ribu ton pada 2020,” kata Bupati Hendy Siswanto, dalam pidato nota pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Akhir Tahun Anggaran 2020, di gedung DPRD Jember, Selasa (14/4/2021) malam.

Menurut Hendy, peningkatan ini dikarenakan curah hujan yang stabil pada pertengahan tahun dan faktor iklim yang cocok untuk tanaman padi dan jagung. “Ke depannya, curah hujan diharapkan tetap dapat mendorong produksi padi dan jagung,” katanya.

Jumlah produksi perikanan pada 2020 rata-rata juga sudah mencapai target. “Produksi perikanan tangkap pada 2020 mencapai 9.963 ton, perikanan budidaya tambak mencapai 1.377 ton, perikanan budidaya kolam mencapai 11.058 ton, dan perikanan budidaya mina padi sebanyak 4,6 ton,” kata Hendy.

Pemerintah Kabupaten Jember juga sudah merealisasikan program perlindungan melalui asuransi nelayan. “Jumlah nelayan yang diarusansikan mencapai 5.578 nelayan di Kabupaten Jember,” kata Hendy. [wir/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar