Politik Pemerintahan

Debat Publik Putaran I Pilkada Jember 2020

Faida Siapkan Sejumlah Program Pertanian, Ifan: Kok Masih Akan?

Jember (beritajatim.com) – Calon bupati petahana Faida mendapat pertanyaan soal rendahnya anggaran Dinas Pertanian Kabupaten Jember, Jawa Timur, selama ini dari calon wakil bupati Ifan Ariadna, dalam debat publik putaran pertama pemilihan kepala daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (15/11/2020) malam.

Ifan menilai rendahnya anggaran itu tak sesuai dengan pernyataan Faida yang mengagungkan sektor pertanian. “Anggaran tersebut mungkin terlalu kecil. Apa yang mendasari pemerintah saat ini dalam politik anggaran, terutama di bidang pertanian, kok sampai seperti itu?”

Menurut Faida, sektor pertanian tak hanya terkait Dinas Pertanian. “Ada anggaran SDM (Sumber Daya Manusia) yang tidak ada di Dinas Pertanian. Bicara pertanian juga ada infrastruiktur pertanian yang ada di ke-PU-an (Pekerjaan Umum) yang menunjang dunia pertanian,” katanya.

Faida bahkan mengaku menyiapkan pemetaan bagi petani di Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang belum semuanya mendapatkan kartu tani, termasuk petani hutan dan petani yang tak punya lahan sendiri. “Kami menyiapkan klinik pertanian keliling. Para petugas kini berkantor di sawah dan ladang, karena di sanalah tempat petani,” katanya.

Faida juga menyiapkan kartu saprodi sebagai pelengkap kartu tani dari pusat. Tujuannya untuk mendistribusikan langsung bantuan buat para petani, baik tambahan pupuk, benih, obat-obatan dan juga peralatan. “Kami juga menyiapkan asuransi produksi tani untuk menjamin para petani apabila ada masalah dalam usaha pertanian, apabila ada gagal panen asuransi tersebut bisa dicairkan agar petani tak kehilangan modal awalnya,” katanya. Faida juga menyiapkan program magang bagi petani pemula.

Jawaban Faida membuat Ifan tersenyum. “Saya makin bahagia dengan yang dipaparkan Ibu Faida dan Mas Vian (Dwi Arya Nugraha Oktaviant). Namun kok masih akan disiapkan? Seharusnya beliau yang menjadi pemimpin saat ini seharusnya bicara sudah dilakukan, bukan akan disiapkan. Jangan sampai pertanian jadi komoditas politik,” katanya.

Ifan mengingatkan, kewenangan urusan pertanian ada pada Dinas Pertanian. “Di situ ada tenaga penyuluh pertanian yang seperti tidak ada di Kabupaten Jember. Kenapa kok penyuluh tidak seperti era 1980-an atau 1990-an, karena daya dukung pemerintah saat ini yang informasi dari para penyuluh perhatiannya terlalu kecil,” katanya.

Mendapat kritik ini, Faida kemudian menyebutkan penghargaan yang diterima pemerintahannya, yakni penghargaan kabupaten terbaik dalam pengelolaan irigasi tersier. “Ini bukti,” katanya. Selain itu dari dana insentif daerah, pihaknya mengalokasikan anggaran Rp 7 miliar lebih untuk membantu petani yang memiliki lahan kurang dari 0.4 hektare yang berjumlah 28.700 orang untuk mendapatkan bantuan pupuk urea nom subsidi, masing-masing 50 kilogram. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar