Politik Pemerintahan

Debat Publik Putaran I Pilkada Jember 2020

Faida: Membangun Bukan Bagi-bagi Proyek Bancakan di Antara Pejabat

Pasangan calon bupati Faida dan calon wakil bupati Dwi Arya Nugraha Oktavianto saat pengundian nomor urut

Jember (beritajatim.com) – Pasangan calon bupati Faida dan calon wakil bupati Dwi Arya Nugraha Oktavianto mengatakan, pembangunan Kabupaten Jember, Jawa Timur, sejatinya membangun sumber daya manusia dan menyejahterakan rakyat.

“Membangun bukan membagi-bagi proyek bancakan di antara para pejabat. Membangun itu menurunkan angka kemiskinan,” kata Faida, dalam debat kandidat putaran pertama di Studio JTV, Surabaya, Minggu (15/11/2020) malam. Debat mengambil tema “Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Memajukan Daerah di Tengah Pandemi Covid 19”.

Faida menyebutkan, pada 2015-2019, angka kemiskinan di Jember turun dua persen. Angka kemiskinan pada 2019 adalah 9.25 persen. “Itu lebih baik daripada 22 kabupaten kota lain di Jawa Timur dan lebih rendah daripada angka kemiskinan Jawa Timur sebesar 10,37 persen,” katanya.

Pemkab Jember sudah merenovasi tujuh ribu unit rumah tidak layak huni pada 2007-2019. “Ke depan kita akan merenovasi 50 ribu rumah tidak layak huni,” kata Faida.

Pendapatan daerah Jember hingga 2019 naik Rp 608 miliar, dan pendapatan asli daerahnya naik hampir Rp 160 miliar. “Sejalan dengan itu, pada 2019, ekonomi Jember tumbuh 5,31 persen, lebih tinggi daripada angka nasional 5,02 persen. Indeks pembangunan manusia Jember pada 2019 adalah 66,69 dan itu melampaui target RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah),” kata Faida.

Tingkat pengangguran di Jember pada 2019 adalah 3,8 persen. “Itu melampaui target RPJMD 4,29 persen,” kata Faida.

Oktavianto menambahkan, pihaknya berfokus pada perluasan lapangan pekerjaan, menaikkan pendapatan, memperbaiki ekonomi keluarga, menyediakan kebutuhan pokok yang terjangkau, dan menuntaskan pembangunan infrastruktur.

Faida-Oktavianto menjanjikan program satu desa satu lumbung pertanian, pembangunan pasar pertanian dan nelayan yang terintegrasi, mempersiapkan kartu tani dan kartu nelayan tangguh, dan mempersiapkan bantuan modal dasar untuk 10 ribu UMKM. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar