Politik Pemerintahan

Faida Jelaskan Alasan Tak Mau Terbitkan SK GTT-PTT dalam Debat

Jember (beritajatim.com) – Nasib dan kesejahteraan guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) dipertanyakan calon bupati Hendy Siswanto dan calon wakil bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman kepada caon bupati petahana Faida, dalam debat publik putaran ketiga Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur, di Surabaya, Selasa (1/12/2020) malam.

“Sudah mulai 2017, mereka minta SK (Surat Keputusan), tapi tidak segera diberikan. Padahal SK ini menjadi syarat untuk mendapatkan sertifikasi,” kata Firjaun, memgacu pada rangkaian aksi unjuk rasa GTT dan PTT yang menuntut penerbitan SK dan mempertanyakan surat penugasan dari Pemkab Jember.

Menanggapi itu, Faida menyatakan taat aturan. “Bahwa pemerintah kabupaten dan bupati dilarang mengangkat honorer baru. Kami memperjuangkan nasib GTT-PTT. Hanya ada dua pintu untuk menjadi pegawai resmi pemerintah. Satu, menjadi PNS dan CPNS (Pegawai Negeri Sipil). Kedua, melalui PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja),” katanya.

“Oleh karenanya dengan membuka formasi 3.131 pada 2021 adalah komitmen kami untuk menyelesaikan status mereka. Bukan dengan memenuhi sesuatu yang tidak boleh dilakukan dan tiak sesuai ketentuan,” kata Faida. [wir/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim Foto

Air Terjun Telunjuk Raung

Foto-foto Longsor di Ngetos Nganjuk