Politik Pemerintahan

Expo Pembangunan 2019, Disnaker Hadirkan Layanan Bagi Pekerja Migran

Partisipasi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang dalam Expo Pembangunan memperingati hari jadi ke 1259 Kabupaten Malang, Rabu (4/9/2019) menghadirkan pelayanan khusus bagi calon pekerja migran Indonesia (CPMI).

Malang (beritajatim.com) – Partisipasi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang dalam Expo Pembangunan memperingati hari jadi ke 1259 Kabupaten Malang, Rabu (4/9/2019) menghadirkan pelayanan khusus bagi calon pekerja migran Indonesia (CPMI).

Sejak pameran dibuka pagi hari, stand Disnaker pun diserbu warga yang hendak mengurus rekom atau ID untuk keperluan keberangkatan ke negara tujuan CPMI. Setidaknya, ada 30 warga yang mendapatkan layanan ini.

Kadisnaker Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo pun memberikan arahan bagi para CPMI yang tengah mengantre untuk dilayani. Kata Yoyok, selama menjadi tenaga kerja di negara orang, para warga Kabupaten Malang harus patuh pada aturan yang berlaku di negara tujuan. Yoyok juga berpesan agar para PMI bijak dalam mengelola keuangan atau hasil yang mereka dapatkan selama merantau.

Misalnya saja, dalam hal keuangan. Selain mengirimkan dana segar ke keluarga di Malang namun para pekerja juga harus menyimpan sebagian uang mereka sendiri. Dengan catatan, harus menggunakan nama pribadi.

“Jadi jangan dikirimkan semua melainkan dikirim sebagian. Sebagiannya disimpan sendiri sebagai pegangan di negara orang. Selain itu misalkan ada saudara yang akan meminjam uang, jangan ATM-nya yang diberikan, tapi sampeyan yang ambil uangnya ke bank dan baru kirim ke family di rumah. Kan di sana ada bank,” beber Yoyok.

Menurut Yoyok, para pekerja migran dari Kabupaten Malang harustetap menjaga hati dan kesetiaan dengan pasangannya di tanah air. Pasalnya, sudah kerap terjadi ditinggal bekerja di luar negeri justru rumah tangga di Malang terganggu bahkan berujung pada perceraian.

Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyaratan (Lapas) Wanita Klas IIA Sukun Malang, Ika Yusanti yang turut hadir dalam kesempatan kali itu berpesan, agar para PMI berhati-hati dalam hal bahaya pengaruh narkoba. Bahkan harus menghindari barang haram itu.

“Jangan sampai berurusan dengan hokum karena terjerat narkoba di negara orang,” tegas Ika.

Ika berpesan agar para PMI lebih berhati-hati. Terutama ketika akan pulang ke tanah air. Dia meminta agar para pekerja migran dengan tegas menolak jika ada orang yang berpura-pura atau modus menitipkan barang di bandara dengan alasan bagasi.

“Jadi walau orang Indonesia sendiri alasan akan nitip barang karena bagasinya nggak cukup, jangan diterima. Harus berani menolak. Karena tidak jarang ini merupakan jebakan,” ujar Ika.


Rombongan Plt Bupati Malang, HM Sanusi beserta dengan anggota DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot berkesempatan untuk meninjau stand Disnaker. Sanusi juga melihat lebih dekat pelayanan yang diberikan Disnaker di hari pertama Expo Pembangunan.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Malang, Didik Budi Muljono mengapresiasi langkah Disnaker membawa pelayanan untuk CPMI ke Expo Pembangunan.

Dalam Expo Pembangunan, Disnaker juga menggandeng PT Greenfields Indonesia, Inez Cosmetics, PTPN XII dengan Wonosari Agro Wisata dan BPJS Ketenagakerjaan serta beberapa UMKM binaan Disnaker. (yog/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar