Politik Pemerintahan

Event di Kabupaten Mojokerto Tak Dihentikan, Bupati Himbau Masyarakat Tak Panik

Bupati Mojokerto, Pungkasiadi memimpin langsung rapat gugus tugas Covid-19 di ruang rapat Satya Bina Karya, Pemkab Mojokerto, Minggu (15/3/2020). [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Bupati Mojokerto, Pungkasiadi memimpin langsung rapat gugus tugas Covid-19 di ruang rapat Satya Bina Karya, Pemkab Mojokerto, Minggu (15/3/2020). Meski tak menghentikan event-event yang ada di Kabupaten Mojokerto, namun Bupati Mojokerto menghimbau agar masyarakat Kabupaten Mojokerto tak panik.

Sesuai petunjuk Bupati, mengingat pentingnya situasi yang mendesak serta berdasarkan Keppres RI Nomor 7 Tahun 2020 tentang Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), memutuskan bahwa semua kegiatan harus ditangguhkan terlebih dahulu. World Health Organization (WHO) pun telah mengeluarkan pernyataan bahwa Covid-19 berstatus sebagai pandemi tanggal 11 Maret 2O2O kemarin.

“Event-event di Kabupaten Mojokerto tidak dihentikan, tapi dibicarakan lagi dan koordinasi dengan pihak terkait. Ini agar masyarakat kita tidak panik. Corona bukan lagi Kejadian Luar Biasa tapi sudah bencana nasional. Kondisi terkini dilaporkan ada beberapa pejabat luar negeri sudah positif Covid-19. Untuk kasus dalam negeri, saat ini tercatat sebanyak 96 kasus Corona,” ungkapnya.

Adapun gugus tugas Covid-19 yang dijalankan Pemkab Mojokerto antara lain, menyiapkan ruang isolasi di RS yang ditunjuk, menggalakkan cuci tangan dan memakai hand sanitizer, kerja bakti lingkungan, tidak berkumpul di keramaian. Melakukan penyemprotan cairan disinfektan di tempat umum, mengajak masyarakat jangan panik dan melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Yakni makan sayur, buah, olah raga dan istirahat yang cukup serta tidak panik dan membuat laporan secara tertulis. Beberapa pembahasan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam rapat antara lain terkait langkah pengamanan peserta didik sekolah. Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto tidak ditemukan gejala atau kasus di sekolah-sekolah Kabupaten Mojokerto.

Sementara itu, sekolah-sekolah di daerah lain diliburkan karena sudah terdeteksi. Namun di Kabupaten Mojokerto tidak ditemukan dan berbekal arahan dari Gubernur Jawa Timur, tidak ada satu pun item yang menginstruksikan meliburkan sekolah. Namun para siswa di Kabupaten Mojokerto diinstruksikan untuk rajin cuci tangan sebagai pencegahan.

Selain itu, peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) agar lebih dioptimalkan lagi dan sekolah yang berencana study tour akan tindaklanjuti. Sementara itu, RSUD Prof Dr Soekandar menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sesuai gugur tugas Covid-19. Mulai dari kesiapan sarana prasarana, ketersediaan alat, hingga Sumber Daya Manusia (SDM). Sesuai kapasitas, RSUD Prof Dr Soekandar fokus penanganan konflik, termasuk screening pasien dengan thermal scanner untuk menjaring.

Pasalnya, RS milik Pemkab Mojokerto ini merupakan salah satu dari 44 RS rujukan Provinsi Jawa Timur terkait kasus virus Corona. RSUD Prof Dr Soekandar sudah melakukan sosialisasi, persiapan sarana prasaran (sarpras), menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) dan melaporkan kasus yang ada dengan bersinergi dengan dinas terkait.

RSUD Prof Dr Soekandar juga menyiapkan dua ruang isolasi dengan tiga tempat tidur sudah sesuai standar, termasuk SDM nya. Pihak RSUD Prof Dr Soekandar sebelumnya telah menangani pasien dengan pengawasan (PDB) Covid-19. Namun, pasien tersebut dilaporkan negatif Covid-19. Jika memang ada pasien Covid-19 maka dirujuk ke tiga RS di Jawa Timur. Yakni RSU Soetomo Surabaya, RSUD Syaiful Anwar Malang dan RSUD Dr Soedono Madiun.

Selain pendidikan dan kesehatan, guna memberi informasi terupdate terkait Covid-19, Pemkab melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) berencana membuat Covid-19 Center dengan kontak pengaduan di nomor 112. Ada pula nomor Dinkes Kabupaten Mojokerto yang bisa dihubungi masyarakat, apabila terjadi gejala Covid-19 yakni 0813-3331-8168 (dr. Langit) dan 0813-3014-2545 (dr. Ulum).

Sedangkan dari segi anggaran penanganan, Pemkab Mojokerto melalui APBD 2020 sudah menyiapkan anggaran belanja tidak terduga senilai kurang lebih Rp4 miliar. Ditambah anggaran bansos terencana dan tidak direncanakan sebesar Rp2,5 miliar untuk tanggap darurat.[tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar