Politik Pemerintahan

Eskavasi Candi Adan-adan Kediri, Puslitarkenas Temukan Stupa Berbentuk Hexagonal dan 2 Gentong Besar Abad XII

Kediri (beritajatim.com) – Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslitarkenas) kembali melakukan eskavasi terhadap Situs Adan-Adan di Kabupaten Kediri. Puslitarkenas memastikan struktur batu dan bata serta gentong air di lokasi tersebut adalah bangunan candi dan pada era Kerajaan Kediri atau abad ke-XII.

Dalam eskavasi ini, Puslitarkenas dibantu pekerja lokal. Eskavasi dilakukan terhadap Situs Candi Adan-Adan di Desa Adan-Adan Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Eskavasi yang kelima kalinya ini dilakukan setelah sempat terhenti, sejak akhir tahun lalu.

Proses eskavasi tahap kelima kali ini, Puslitarkenas berhasil menemukan denah struktur bangunan candi dari bahan batu bata dan juga sudut bangunan candi. Selain itu tim Puslitarkenas juga menemukan dua batu hexagonal yang diyakini sebagai stupa dan merupakan simbol Agama Hindu.

Keberadaan kuat adanya pemukiman ini ditandai dengan ditemukannya gentong besar wadah air minum yang berjarak 250 meter dari lokasi candi. Ditemukan pula keramik dan batu picisan. Sedangkan penemuan dua buah batu hexagonal menjadi penanda simbol Agama Budha.

Ketua Tim Puslitarkenas Sukawati Susetyo mengatakan, eskavasi tahap kelima ini, untuk memperjelas bangunan candi utama dan juga mencari sudut bangunan candi. Selain menemukan sudut bangunan candi, tim juga berhasil menemukan dua buah gentong besar yang digunakan untuk menampung air minum.

“Diperkirakan untuk luas candi lebih dari 700 meter persegi atau lebih besar dari candi borobudur yang terletak di magelang jawa tengah. Keduanya sama-sama memiliki kepercayaan aliran budha mahayana,” ujar Sukawati Susetyo, Ketua Tim Ekskavasi.

Untuk memastikan periode tahun bangunan, tim puslitarkenas akan melakukan pemeriksaan melalui karbon dating terhadap bahan struktur batu maupun bata. Candi yang diperkirakan menghadap ke tenggara atau ke arah Gunung Kelud ini, diduga runtuh akibat bencana alam.

Eskavasi candi adan-adan ini merupakan lanjutan dari proses yang sempat terhenti akhir tahun 2020 lalu. Eskavasi ini sudah dilakukan sejak tahun 2019 diawali dengan ditemukannya salah satu sudut.

Kemudian dibuka dan digali sedalam 10 meter ditemukan bangunan bata. Setelah digali lebih dalam hingga kedalaman 3,2 meter lapisan-lapisan bangunan bata semakin terlihat. Untuk memastikan, tim esvakasi menggali tempat lain dan membuat kotak-kotak yang dekat dengan lokasi galian sebelumnya. [nm/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar