Politik Pemerintahan

Sambungan Listrik Gratis

ESDM Jatim Anggarkan Rp 1,6 M Bagi Warga Miskin

Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur pada tahun 2019 ini menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,6 miliar bagi masyarakat miskin yang belum tersambung atau teraliri listrik.

Kepala Dinas ESDM Jatim, Setiajit kepada beritajatim.com, Kamis (16/5/2019) berkomitmen dari tahun ke tahun, Pemprov Jatim akan terus berupaya membantu warga miskin untuk mendapatkan sambungan listrik gratis.

“Gubernur Khofifah Indar Parawansa telah memberikan amanat agar Dinas ESDM dan stakeholder membantu masyarakat miskin untuk kebutuhan listrik, agar bisa digunakan sebagai usaha mikro,” katanya.

Dia mencontohkan, di Kabupaten Bojonegoro sebanyak 95 warga miskin yang tersebar di Kecamatan Kasiman dan Kecamatan Kanor telah mendapatkan bantuan Instalasi Rumah (IR) atau Sambungan Rumah (SR) berupa tiga titik lampu dan satu stop kontak.

“Diharapkan dukungan penuh dari pemerintah kabupaten/kota dengan memfasilitasi pembentukan kelompok masyarakat atau Pokmas untuk dapat mengirimkan proposal bantuan listrik gratis kepada Gubernur Jawa Timur,” ujarnya.

Pemprov Jatim mengalokasikan anggaran untuk Hibah Instalasi Rumah dan Sambungan (IR/SR)
mulai tahun 2016-2019 di wilayah Provinsi Jawa Timur, di mana untuk tahun 2019 ini berada di lima kabupaten. Yakni, Situbondo, Bondowoso, Bojonegoro, Trenggalek dan Pacitan.

“Jumlah total penerima sebanyak 965 KK Rumah Tangga Miskin (RTM) untuk tahun 2019 ini dan untuk tahun ke depannya akan ditingkatkan lagi jumlah penerima hibah Instalasi Rumah dan Sambungan Rumah menjadi 10.000 Rumah Tangga Miskin,” tuturnya.

Untuk itu, Dinas ESDM Provinsi Jatim bersinergi dengan PT PLN (Persero) untuk meng-update data Rumah Tangga Miskin (Basis Data Terpadu Tim Nasional Percepatan Penangulangan Kemiskinan Tahun 2015) yang berada di seluruh Provinsi Jawa Timur.

Dia menjelaskan, update data ini penting agar calon penerima hibah Instalasi Rumah dan Sambungan Rumah sesuai dengan target. Di mana penerimah Hibah Instalasi Rumah dan Sambungan Rumah memang ditujukan untuk Rumah Tangga Miskin yang benar-benar membutuhkan bantuan listrik dan sesuai dengan program pemerintah yaitu subsidi tepat sasaran. Serta, untuk meningkatkan taraf hidup rumah tangga miskin di Jawa Timur dan dapat menaikkan elektrifikasi nasional.

Untuk dapat terlaksananya dengan baik program hibah Instalasi Rumah dan Sambungan Rumah, pihaknya terus meningkatkan koordinasi ke kabupaten/kota dan PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan di kabupaten/kota masing-masing. Hal ini untuk dapat mengetahui di daerah mana saja yang masih banyak terdapat rumah tangga miskin yang masih belum berlistrik dan di desa/dusun mana saja yang belum terjangkau Jaringan Distribusi Listrik, baik Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) atau Saluran Udara Tegangan Rendah (SUTR) dari PT PLN (Persero).

“Ke depannya, Provinsi Jatim dapat mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan elektrifikasi nasional,” pungkas Setiajit. (tok/*)

Apa Reaksi Anda?

Komentar