Politik Pemerintahan

Eri Cahyadi Lantik Ikhsan Jadi Sekda Kota Surabaya

Sekda Surabaya
Ikhsan resmi dilantik menjadi Sekda Kota Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi melantik Ikhsan sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif. Mantan Kepala Inspektorat Kota Surabaya itu menggantikan posisi Pj Sekda, Erna Purnawati.

Sebelumnya, ada tiga kandidat calon Sekda Surabaya yang telah memenuhi syarat administrasi. Seluruh kandidat merupakan pejabat Eselon II di lingkup Pemkot Surabaya.

Mereka adalah Inspektur Kota Surabaya Ikhsan, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Lilik Arijanto serta Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Surabaya, Rachmad Basari.

Pelantikan Ikhsan berjalan setelah nilai dari panitia seleksi disetorkan ke pemerintah pusat dan Gubernur Jatim. Eri mengaku bersyukur karena telah melantik Sekda definitif setelah melalui proses panjang dengan seleksi terbuka.

“Yang terpilih akhirnya nilainya yang paling tinggi, sehingga hari ini bisa dilantiklan Sekda Kota Surabaya, Pak Ikhsan,” kata Eri usai pelantikan di lobi lantai 2 Balai Kota Surabaya, Rabu (25/1/2023).

Selain melantik Sekda Ikhsan, Eri memastikan ada perubahan atau mutasi dan rotasi pejabat di tingkat kecamatan dan kelurahan. Menurut Eri, jika ingin naik jabatan lebih tinggi, mereka harus lebih dahulu pindah ke tempat berbeda, agar memiliki kemampuan tempat berbeda dengan kerja yang sama baiknya.

“Jadi, dia harus dipindah dulu baru dia akan bisa naik jabatannya,” kata dia.

Terpenting, kata Eri, pelantikan itu adalah penilaian yang juga dilakukan oleh masyarakat. Makanya, sejak tahun 2022, ia meminta penilaian itu tidak hanya dilakukan oleh Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat), tapi penilaian itu juga dilakukan oleh masyarakat terhadap kinerja Kepala Perangkat Daerah (PD), camat dan lurah.

“Jadi, masyarakat bisa langsung menilai apakah masyarakat itu puas atau tidak kepada kinerja pejabat tersebut. Bahkan, kalau ada laporan dari warga, kita juga akan cek lapangan apakah benar atau tidak yang dilaporkan warga itu, karena itu akan menjadi pertimbangan kita,” katanya.

Eri berharap kepada para pejabat yang baru agar bekerja melayani masyarakat dengan maksimal. Sebab, masyarakat yang akan menilai kinerja mereka.

Apalagi, Pemkot Surabaya sudah melakukan sejumlah pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas pejabat Pemkot, sehingga apabila penilaian dari masyarakat jelek, dia mengaku tidak bisa membantunya.

“Kalau penilaian masyarakat jelek saya tidak mungkin mengangkat dia karena pejabat ini adalah tanggung jawab saya. Sehingga yang saya lantik ini nanti akan dinilai oleh masyarakat, dan pejabat itu adalah orang-orang pilihan,” tegasnya. [asg/beq]

Apa Reaksi Anda?

Komentar