Politik Pemerintahan

Empat PNS Berani Penuhi Panggilan Panitia Angket DPRD Jember

Agusta Jaka Purwana (kiri)

Jember (beritajatim.com) – Sejak dibentuk dan bekerja, sejumlah panggilan panitia angket DPRD Jember, Jawa Timur, diabaikan pejabat dan pegawai negeri sipil pemerintah daerah setempat. Namun ada beberapa PNS yang berani memenuhi panggilan itu.

Hal ini dikemukakan Agusta Jaka Purwana, anggota panitia angket, Kamis (6/2/2020). “Ada empat orang mantan camat dan camat yang hadir dan mereka memberikan keterangan kepada kami,” katanya.

Kehadiran empat orang ini sesuatu yang langka, karena Bupati Faida tidak mengakui keberadaan panitia angket. Dia kepada wartawan pernah mengatakan, hal-hal yang dipertanyakan DPRD Jember telah dijawab secara tertulis. Boleh tidaknya pejabat organisasi pemerintah daerah menghadiri panggilan panitia angket tergantung pada respons DPRD Jember terhadap jawaban itu. DPRD Jember sendiri menganggap surat jawaban bupati yang disampaikan pada 20 Januari 2020 tidak penting karena tidak dilakukan dalam paripurna interpelasi.

Agusta menjelaskan, empat PNS itu hadir untuk memberi penjelasan kepada panitia angket. “Memang dari bupati ada larangan, tapi mereka hadir karena menghormati DPRD Jember,” katanya.

Panitia angket sendiri mendengarkan kesaksian empat orang itu dalam rapat tertutup. “Nama-nama mereka tidak terekspos dan apapun yang mereka sampaikan jadi konsumsi panitia angket. Mereka juga disumpah di bawah Alquran,” kata Agusta.

Keterangan empat orang ini cukup membantu panitia angket untuk membuat kesimpulan. “Apa yang kami tanyakan mereka jawab dengan terbuka,” kata Agusta.

“Keterangan mereka menjelaskan ada kekuatan besar yang mengarahkan dalam proses di perencanaan infrastruktur. Dugaannya pelanggaran aturan,” kata Agusta. (wir/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar