Politik Pemerintahan

Empat Pekerja Migran Asal Bojonegoro Dijemput, Hasil Swab Negatif Covid-19

Juru Bicara Percepatan Penangana Covid-19 Kabupaten Bojonegoro, Masirin.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menjemput empat orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan pulang ke kampung halaman. Hasil Swab PCR, keempat PMI asal Bojonegoro itu dinyatakan negatif Covid-19.

Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro Masirin mengungkapkan, kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) itu sebagian besar kontrak kerjanya memang sudah habis, sehingga harus kembali ke kampung halaman.

“Empat orang PMI asal Bojonegoro ini tiba di Surabaya tanggal 29 April 2021, dan menjalani masa karantina di Asrama Haji Sukolilo Surabaya,” ujar Masirin, Minggu (2/5/2021).

Sesuai dengan rekomendasi dalam penanganan PMI yang akan pulang ke kampung halaman, yakni setelah mereka tiba di Juanda Surabaya, langsung dilakukan tes Swab, selanjutnya menjalani karantina di Asrama Haji Sukolilo selama dua hari.

Setelah karantina dua hari, PMI ini kemudian akan dijemput oleh Pemerintah Daerah asal dan kembali menjalani karantina selama tiga hari. Setelah hari kelima mereka akan kembali menjalani tes Swab di masing-masing rumah isolasi yang sudah disiapkan.

“Hasil swab di Asrama Haji Sukolilo, empat orang PMI asal Bojonegoro tersebut hasilnya negatif. Selanjutnya akan di isolasi kembali di Tirtawana Dander,” ungkapnya.

Di rumah isolasi Tirtawana Dander yang ada di Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro ini, PMI asal Bojonegoro akan menjalani masa karantina selama tiga hari dan harus menjalani tes swab kedua.

Dari Swab kedua ini, lanjut Masirin, jika hasilnya positif maka selanjutnya PMI ini akan dilakukan perawatan di Rumah Sakit yang menangani pasien Covid-19. Sementara jika hasilnya negatif akan menjalani isolasi mandiri di rumah.

Sementara diketahui, empat orang PMI asal Bojonegoro yang pulang kampung itu berasal dari Kecamatan Sekar, Padangan dan dua orang dari Kecamatan Kanor. Empat orang PMI ini dua laki-laki dan dua orang perempuan. Mereka sebelumnya bekerja di Singapura dan Malaysia. [lus/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar