Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Empat ASN Daerah Lain Ikut Lelang Jabatan Pemkab Jember

Jember (beritajatim.com) – Ada empat aparatur sipil negara (ASN) dari daerah lain yang ikut lelang jabatan pimpinan tinggi pratama yang digelar Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur. Total ada 54 orang ASN yang ikut lelang jabatan 15 organisasi perangkat daerah (OPD).

“Mereka berasal dari Yogyakarta, Surabaya, Situbondo, dan Lumajang,” kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jember Sukowinarno.

ASN dari Situbondo ikut lelang jabatan BKPSDM, ASN dari Surabaya mendaftarkan diri menjadi Kepala Dinas Perhubungan, ASN dari Yogyakarta mencoba peruntungan di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, dan ASN dari Lumajang mendaftarkan diri dalam lelang jabatan di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.

Secara umum, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi paling banyak diminati. Ada 12 orang yang bersaing menjadi pejabat di sana. Sementara yang paling sepi peminat adalah Dinas Perikanan, yang hanya diminati satu orang ASN.

Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Jember menyambut baik adanya calon dari luar. “Orang luar daerah masuk tidak ada masalah, asal itu di aturan diperbolehkan. Sebenanya semakin bagus kalau ada kompetisi seperti itu. Bupati bisa memilah dan memilih. Apalagi di Jember sudah ada tambahan penghasilan pegawai (TPP), menggiurkan juga,” kata Ketua DPC PKB Jember Ayub Junaidi.

Lelang jabatan untuk 15 OPD Pemkab Jember ini sempat mengalami perpanjangan tenggat masa pendaftaran dari 10 Oktober menjadi 13 Oktober 2021, karena minimnya peminat. Ayub mengatakan, minimnya peminat dalam lelang jabatan tak kepas dari carut-marutnya penataan birokrasi lima tahun terakhir pada masa pemerintahan Bupati Faida. “”Sistem merit tidak berjalan. Bayangkan satu orang pegang beberapa jabatan pelaksana tugas. Ini menghentikan proses regenerasi maupun kepangkatan,” katanya.

Sukowinarno menilai tidak perlu ada perpanjangan masa pendaftaran lagi. “Untuk Kabupaten Jember ini ada 15 OPD. Tanggal 25-28 Oktober ada assessment di Surabaya. Panitia di Surabaya hanya mampu (menyeleksi) 11 peserta dalam satu hari,” katanya. [wir/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar